Yaqut mengatakan, umat Muslim Indonesia mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan dari Menteri Saudi tentang moderasi beragama yang telah diterapkan di Saudi.
Indonesia dan Saudi Arabia memiliki pandangan yang sama terhadap pentingnya membangun Islam wasatiah, Islam yang mengajak kepada nilai-nilai keadilan, moderat dan keseimbangan dalam beragama. Bukan Islam yang menjurus pada tindakan yang ekstrim, berlebihan, dan melampaui batas.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua perkumpulan alumni Madinah Islamic University, Ustaz Bachtiar Nasir akrab disapa UBN, menyerahkan plakat kepada Menteri Agama KSA Syeikh Abdul Lathif bin Abdul Azis Al Syeikh.
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan bahwa pihaknya juga terus melakukan persiapan. Hal itu dilakukan karena pemerintah Arab Saudi tahun ini akan membuka kesempatan jemaah luar Saudi untuk beribadah haji.
Dengan dana tersebut, diperkirakan 40.000 siswa mendapat manfaat proyek ini setiap tahun, mendukung Indonesia mencapai tujuan sosial dan ekonomi berkelanjutan.
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyiapkan skenario untuk merespons kebijakan terbaru Arab Saudi dan dampaknya terhadap penyelenggaraan pelayanan ibadah haji, termasuk terhadap biaya perjalanan ibadah haji.
Pemerintah Arab Saudi mencabut sejumlah aturan yang selama ini diberlakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 seperti keharusan PCR dan karantina.