Dirjen PHU Hilman Latief mengatakan bahwa waktu yang tersedia untuk finalisasi penyiapan layanan tidak banyak. Sebab, pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian kuota pada pertengahan April 2022.
Menurutnya, penentuan kuota pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M ini bersifat mandatori atau given dari Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Kementerian Haji Arab Saudi.
Dalam KMA yang ditandatangani Menag Yaqut tertanggal 22 April 2022 ini ditetapkan bahwa kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M berjumlah 100.051, terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.
Saudi menjadi negara pertama di Timur Tengah yang memiliki kereta cepat canggih Haramain High Speed Rail untuk perjalanan Mekkah ke Madinah, dan sebaliknya.
Hilman mengatakan pemerintah sudah menentukan anggaran bagi pemberangkatan ibadah haji sejak beberapa bulan lalu. Namun saat ini pemerintah membutuhkan data yang lebih pasti, di antaranya berapa lamanya jemaah haji tinggal di Saudi.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI pada 16 Maret 2022, Hilman menyampaikan usul biaya perjalanan haji tahun ini sebesar Rp42.452.369.
Memasuki hari kedua bulan Ramadhan 1443 H, pemerintah Arab Saudi belum juga mengumumkan jatah kuota haji yang didapat negara-negara, termasuk Indonesia. Padahal tenggat waktu maksimal persiapan haji adalah pada awal Syawal.
Kerajaan Arab Saudi mengumumkan 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Bulan sabit yang menandai awal Ramadhan terlihat di sana pada Jumat (1/4/2022).