LANGIT7.ID, Jakarta - Lebih dari lima ratus orang jemaah haji di Arab Saudi sakit sehingga sebagian harus dirawat. Tingginya kasus sakit pada jemaah diakibatkan suhu yang tinggi dan kondisi kesehatan jemaah.
Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Akhmad Fauzin mengatakan jemaah haji Indonesia per Sabtu 25 Juni 2022 memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan sebanyak 61,81 persen. Sehingga pemerintah mengimbau jemaah untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan karena puncak ibadah haji (Thawaf di Arafah) masih lama.
"Jemaah yang berada di Makkah kami imbau agar mengatur irama ibadah shalat fardhu di mushala akomodasi dan di Masjidl Haram, tidak harus thawaf sunnah berkali-kali, yang dapat menyebabkan jemaah kelelahan berlebihan sehingga jatuh sakit," ujar Fauzin di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu (25/6/2022).
Baca Juga: Buat Keluarga Jemaah, Ini Nomor Call Center Badal Haji di SaudiSelain itu, Fauzin juga mengimbau jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci agar banyak istirahat dan melakukan konsultasi kesehatan untuk antisipasi. Imbauan sama juga ia sampaikan kepada jemaah yang berada di Madinah untuk tidak ziarah berlebihan yang dapat menyebabkan kelelahan.
"Ingat, jemaah yang masih berada di Madinah akan melaksanakan umrah wajib dengan mengambil miqat di Zulhulaifa yang jarak tempuh sampai ke Makkah cukup jauh sehingga perlu persiapan kesehatan yang prima," katanya.
Lebih lanjut Fauzin melaporkan rata-rata suhu tertinggi di Arab Saudi 45 derajat celcius. Sehingga jemaah diharapkan membatasi aktivitas di luar ruangan.
"Jangan menunggu haus untuk minum, makan tepat waktu serta istirahat yang cukup, perhatikan kesehatan diri sendiri dan tidak memaksakan untuk selalu shalat di Masjidil Haram," tuturnya.
Baca Juga: Tak Dipungut Biaya, Ini 3 Kelompok yang Bisa DibadalhajikanBaca Juga: Waspada, Stunting Bisa Turunkan Kecerdasan dan IQ Anak(zhd)