Ketua Umum Haedar Nashir dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima silaturahmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2022). Muhammadiyah meminta pemilu tak boleh ditunda.
Berbeda dengan sejumlah Partai Politik, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, menilai, sistem pemilu proporsional terbuka menciptakan kanibalisme politik. Dia menilai sistem pemilu itu sarat masalah, sehingga perlu dievaluasi.
PP Muhammadiyah diharapkan dapat berperan maksimal di dua sektor yakni pertanian dan industri halal, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Susunan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027 telah terbentuk. Susunan tersebut berdasarkan sidang pleno 13 Anggota PP Muhammadiyah yang terpilih dalam Muktamar ke-48 Muhammadiyah November lalu.
Dalam Al-Quran dan Hadis kata bencana dapat ditemukan dalam istilah yang bervariasi, meskipun dengan penekanan makna yang berbeda-beda dengan konteks yang berbeda pula.
2519 peserta Muktamar ke-48 Muhammadiyah akhirnya selesai memilih melalui e-voting Anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (19/11/2022) pukul 23.45 WIB.
Muktamar ke-48 Muhammadiyah berlangsung adem tanpa gesekan. Hal itu tampak dari jalannya persidangan hingga proses pemilihan anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Para pemilih akan memilih 39 calon anggota PP Muhammadiyah dan kemudian akan dikerucutkan menjadi 13 nama. Mereka yang terpilih nantinya akan bermusyawarah untuk menetapkan Ketua Umum berikut pengurus PP Muhammadiyah.
Meski Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang mengandalkan kualitas dan bukan kuantitas, Haedar Nashir mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus memperkuat basis di akar rumput.
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas meraih suara tertinggi sebagai calon tetap Anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam Tanwir Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Auditorium Djazman Alkindi, Solo.
Museum Muhammadiyah sendiri bukan sekadar tempat wisata dan edukasi biasa, akan tetapi juga sebagai tempat menjaga memori kesejarahan peran-peran kebangsaan, kemanusiaan, dan keumatan Muhammadiyah.