LANGIT7.ID, Jakarta -
PP Muhammadiyah diharapkan dapat berperan maksimal di dua sektor yakni pertanian dan industri halal, sehingga dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat.
Ekonom Senior dan pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini mengatakan, sektor
pertanian memiliki daya serap lebih tinggi dalam perekonomian. Sekaligus mampu melibatkan banyak masyarakat dalam kegiatan ekonominya.
"Pendapat saya, sektor yang bisa merekrut banyak orang untuk bekerja, yaitu sektor pertanian secara luas. Termasuk perikanan, perkebunan, dan peternakan," ujarnya dalam
Webinar Economic Outlook 2023: Mendung atau Cerah? Peluang Dunia Usaha yang diikuti Langit7, Rabu (28/12/2022).
Adapun keuntungan dari sektor pertanian tersebut, salah satunya dapat mengurangi risiko kekhawatiran terhadap krisis pangan global.
Baca Juga: Jelang 2024, Haedar Nashir Tegaskan Muhammadiyah Bukan Kendaraan Politik"Karena bisa untuk kepentingan pasar domestik maupun basis eskpors. Nah, ini bisa dilakukan bila ada dukungan hilirisasi dari pemerintah," ungkapnya.
Pendiri CORE Indonesia ini menambahkan, hal itu bisa dilakukan dengan dukungan kebijakan serupa yang ada di sektor pertambangan. Sehingga akan menciptakan nilai tambah, dan penciptaan lapangan pekerjaan besar-besaran.
"Jadi memang mesti ada keberpihakan yang jelas di sektor pertanian," katanya.
Menurutnya, Muhammadiyah juga mesti mengambil peran dalam mendorong affirmative policy. Dengan ikut serta dalam mendesain kebijakan, termasuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah.
Lebih lanjut dia juga menyebutkan, Muhammadiyah bisa mengambil peran pada industri halal. Salah satunya dengan mendorong pemerintah agar bisa memasukkan industri halal dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Harapannya agar ada kebijakan dan anggaran yang mendukung dalam industri halal. Itulah sektor yang bisa dimasuki Muhammadiyah agar bisa terlibat di dalamnya," katanya.
(bal)