Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris mendukung rencana rekonstruksi Gaza senilai 53 miliar yang diusulkan negara-negara Arab. Rencana ini menawarkan solusi realistis untuk memperbaiki kondisi hidup warga Palestina tanpa pengusiran dari wilayah Gaza. Proposal ini menolak visi Trump untuk mengubah Gaza menjadi Riviera Timur Tengah dan menekankan peran Otoritas Palestina dalam pengelolaan Gaza pasca konflik.
Prancis mendukung rencana negara-negara Arab untuk membangun kembali Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Palestina, tapi dengan syarat Hamas harus disingkirkan total. Proposal ini menawarkan solusi untuk pemulihan dan keamanan pasca perang, sekaligus menolak rencana kontroversial Donald Trump yang ingin mengusir warga Palestina.
Israel mengkritik hasil KTT Arab di Kairo tentang rekonstruksi Gaza yang tidak menyebutkan serangan Hamas 7 Oktober. KTT membahas rencana pembangunan Gaza senilai 53 miliar, sementara Israel dukung rencana relokasi Trump. Ketegangan konflik Timur Tengah semakin memanas dengan kritik terhadap UNRWA dan penghentian bantuan kemanusiaan.
Liga Arab resmi menyepakati rencana rekonstruksi Gaza dari Mesir dan akan membentuk dana perwalian internasional untuk pembiayaan. Para pemimpin juga tegas menolak upaya pengusiran warga Palestina dan menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik yang berkelanjutan.
Mesir telah menyiapkan rencana pembangunan kembali Gaza yang menjamin warga Palestina tetap di tanah mereka. Rencana ini akan mendapat dukungan internasional dan akan dipresentasikan pada KTT Darurat Liga Arab 4 Maret sebagai tandingan proposal Trump. Fase kedua gencatan senjata menjadi fokus utama upaya diplomatik Mesir saat ini.