LANGIT7.ID-Jakarta; Liga Arab telah menyepakati rencana rekonstruksi Gaza yang diusulkan Mesir dalam pertemuan puncak di Kairo pada hari Selasa. Kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi upaya pemulihan wilayah Palestina yang terdampak konflik.
Para pemimpin Arab juga setuju untuk mendirikan dana perwalian yang akan membiayai rekonstruksi Gaza, seraya mendorong kontribusi internasional untuk mempercepat proses pembangunan kembali.
Baca juga: Pemimpin Arab Bahas Rencana Gaza, Hamas Tolak Upaya Pengusiran Warga PalestinaMenurut komunike akhir KTT yang dilihat media, dana tersebut akan "menerima janji keuangan dari semua negara donor dan lembaga pembiayaan" untuk melaksanakan proyek-proyek rekonstruksi di wilayah Palestina.
Mereka juga memperingatkan tentang upaya apa pun untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka, dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut mengancam perdamaian regional.
"Segala upaya tidak bermoral untuk mengusir rakyat Palestina atau... menganeksasi bagian mana pun dari wilayah Palestina yang diduduki akan membawa kawasan ini ke dalam fase konflik baru dan melemahkan peluang stabilitas," kata komunike akhir KTT tersebut, yang menambahkan bahwa langkah-langkah seperti itu akan menimbulkan "ancaman yang jelas terhadap... perdamaian di Timur Tengah."
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan Riyadh sepenuhnya menolak pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina dan mendukung solusi dua negara.
"Kami menolak permukiman dan upaya untuk mengusir warga Palestina," kata Pangeran Faisal dalam pidatonya. Dia menambahkan bahwa Arab Saudi mendukung solusi dua negara dengan hak penentuan nasib sendiri bagi warga Palestina sambil menegaskan perlunya jaminan internasional untuk menerapkan gencatan senjata di Gaza.
Dia juga mengatakan bahwa rekonstruksi Gaza harus diselesaikan dengan warga Gaza tetap berada di sana. Washington telah menyerukan relokasi warga Gaza ke negara ketiga, berpotensi secara permanen, sementara Gaza dibangun kembali.
"Kami berdiri di samping Otoritas Palestina dalam langkah-langkah yang telah diambilnya menuju keamanan dan stabilitas," kata Pangeran Faisal.
(lam)