Pemerintah Indonesia kembali kedatangan vaksin sinovac tahap ke-196 sebanyak 6 juta dosis. Vaksin ini berasal dari pembelian langsung yang dilakukan oleh pemerintah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatatkan adanya penambahan penerima vaksinasi dosis ketiga atau booster sebanyak 2.180 warga per hari Sabtu (15/1).
Data terbaru dari Sinovac Biotech menyebutkan sebanyak 95 persen individu yang telah mendapat tiga dosis Coronavac memiliki antibodi penawar berbagai varian Covid-19, termasuk Omicron. Studi ini meneliti respons imun Coronavac, vaksin yang diinaktivasi propiolakton, pada 120 peserta.
Yudi memastikan ketersediaan vaksin di setiap kecamatan cukup sehingga warga terkhusus lanjut usia (lansia) tidak perlu takut kehabisan dosis. Jika dosis vaksin per kecamatan habis, maka pihaknya akan kembali meminta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
Dosis vaksin penguat tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat. Pasalnya, virus Covid-19 terus bermutasi. Pelaksanaan vaksinasi pun bakal dimulai pada 12 Januari 2022.
vaksinasi penguat akan diprioritaskan untuk usia di atas 18 tahun ke atas dan dilaksanakan di kabupaten/kota dengan kriteria capaian vaksinasi dosis pertama 70 persen dan dosis kedua 60 persen.
Wacana pemberian vaksin booster atau tambahan kembali mengeruak. Hal ini seiring dengan pemberitaan munculnya beragam mutasi virus korona, seperti Delta dan Omicron.
Sementara WNI yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir tetap diizinkan untuk kembali ke Indonesia dengan kewajiban menjalani karantina selama 14 hari.
Johnny memaparkan, hingga 24 September 2021, pemberian vaksin dosis ketiga bagi nakes sudah mencapai 60,74 persen lebih dari sasaran vaksinasi sebanyak 892.192 orang.
Sebanyak 27,2 juta orang yang masuk kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) seperti pelaku usaha mikro atau orang yang bekerja tanpa kontrak mengikat akan ditanggung pemerintah daerah.