Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan lebih dari 130 korban jiwa tak hanya jadi duka bagi sepak bola Indonesia, tapi juga duka di seluruh dunia. Hal itu ditunjukkan oleh suporter Bayern Munchen dan Borussia Dortmund.
Bayern mampu unggul lebih dulu berkat gol Leroy Sane. Memanfaatkan sodoran bola Jamal Musiala, Sane melakukan aksi individu menawan sebelum melepaskan sepakan keras kaki kiri yang gagal dibendung kiper Tvrdon.
Bertanding dihadapan pendukungnya sendiri, Allianz Arena, Bayern justru mendapat tekanan dari Barcelona. Pada menit ke-8', Pedri nyaris membawa Barcelona unggul.
Bayern tentu memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas Barcelona. Namun, Blaugrana datang tidak dengan rasa hampa, mereka juga percaya diri usai menang 4-0 atas tuan rumah Cadiz di ajang Liga Spanyol, akhir pekan kemarin.
Catatan di pertemuan sebelumnya tidak membuat Bayern lebih diunggulkan di laga ini. Terlebih, Barcelona di bawah asuhan Xavi Hernandez saat ini memiliki metode serangan yang sangat bagus.
El Barca datang dalam kepercayaan diri penuh usai menang 4-0 atas tuan rumah Cadiz di ajang Liga Spanyol, akhir pekan kemarin. Kemenangan itu membuat Blaugrana bersaing dengan Real Madrid di puncak klasemen Liga Spanyol.
Bayern Munchen langsung mengancam pada menit ke-3. Umpan Silang Thomas Muller ke tengah kotak penalti dibelokkan, lalu bola liar disambut Joshua Kimmich dengan sepakan first-time.
Pertemuan terakhir keduanya di kompetisi tertinggi benua Eropa terjadi pada musim 2011/2012. Saat itu, La Beneamata unggul agregat 3-3 (0-1, 3-2) atas The Bavarian.
Pertemuan Munchen dan Barca jelas menjadi salah satu yang paling disorot. Terlebih, The Bavarian memenangkan empat laga dari lima pertemuan terakhir, terutama saat meluluhlantahkan Barca 8-2 di Camp Nou pada Liga Champions 2020/2021.
Kualitas Mane tidak diragukan lagi, pasalnya dirinya selalu sukses menjadi pemain kunci di mana pun dia berlabuh. Bahkan saat berseragam Liverpool, Mane sukses menyumbang 120 gol meski dirinya berposisi sebagai pemain sayap.