Masjid Al Jabbar memiliki kontruksi bangunan yang megah dan istimewa. Selain sebagai tempat beribadah, Masjid Al Jabbar mempunyai fungsi edukasi, wisata, dan sosial.
Kepada ASN Jabar yang akan melakukan operasi semut, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mendoakan setiap langkah dalam kegiatan bebersih tersebut bisa menjadi pahala di akhirat kelak.
Pembangunan masjid yang akan menjadi ikon masjid terbesar di Jabar itu menurutnya sangat memakan waktu, tenaga, pikiran, dan anggaran yang sangat besar.
Indonesia memiliki banyak sekali destinasi wisata yang menakjubkan. Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, sederet tempat wisata di Indonesia dilengkapi dengan masjid-masjid menarik sebagai sarana ibadah.
Masjid zaman sekarang tak hanya sebagai sarana ibadah saja, melainkan juga sebagai pusat peradaban. Artinya, masjid harus menjadi pusat dakwah, ilmu, dan pendidikan.
Masjid Al Jabbar juga dikonsepkan memiliki 27 pintu yang menyimbolkan 27 kabupaten/kota di Jabar. Ukiran batik dari 27 pintu tersebut berbeda-beda sesuai kekhasan masing-masing daerah.
Di bangun sejak Desember 2017, masjid kebanggaan masyarakat Jabar dibangun di atas embung, atau kolam retensi serta dilengkapi bangunan penunjang lainnya.
Untuk diklasifikasikan sebagai Masjid Hijau, harus ada bukti bahwa mereka menggunakan peralatan, seperti lampu konsumsi rendah, pemanas air tenaga surya, dan panel fotovoltaik.
Zubaidi berharap, dengan adanya pemberlakuan pembinaan manajemen yang baik, masjid mampu menjadi institusi dakwah di masa depan, yang digawangi oleh para pengurus dan pengelola dengan kompetensi memadai.
Masjid Raya Al Jabbar di Kecamatan Gedebage Kota Bandung ini dirancang sendiri oleh Ridwan Kamil. Al Jabbar berdiri di atas kolam retensi seluas 25,997 hektare.
BSI Maslahat merupakan mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam melakukan penyaluran dan penghimpunan dana ZISWAF, CSR dan dana sosial yang berpacu pada indikator sustainability.