LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Farooq E Azam dan Islamic Center di Stockton, Inggris mendapat izin untuk mengumandangkan adzan oleh pihak berwenang setempat. Namun volume adzan terbatas tak boleh terlalu keras dan hanya setiap hari Jumat antara tengah hari dan 14:00 waktu setempat.
Manajer Layanan Perencanaan Masjid, Simon Grundy mengatakan, hak untuk beribadah harus seimbang dengan hak warga sekitar untuk menikmati rumah mereka. Kendati demikian, ada sejumlah warga yang protes dengan suara adzan yang dinilai menanggu.
"Untuk mengurangi dampak (kebisingan), termasuk dibaca hanya sekali selama tidak lebih dari dua menit akan mencapai keseimbangan yang sesuai," ujarnya, dikutip BBC, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Bahaya Tinggalkan Salat Jumat Tiga Kali Berturut-turutSeperti diketahui, Islamofobia sangat gencar di wilayah Eropa, salah satunya seperti peristiwa masjid tersebut. Mayoritas warga setempat bahkan kaget lantaran masjid itu mendapatkan izin untuk mengumandangkan adzan.
Louise Baldock dari Buruh, mewakili Parkfield dan Oxbridge, mengatakan adzan akan lebih pendek dari waktu yang diizinkan gereja untuk membunyikan lonceng. "Mayoritas keberatan tampaknya berasal dari orang-orang yang menolak keyakinan Muslim," tutur dia.
"Beberapa komentar sangat rasis sehingga saya terus terang terkejut bahwa kami mengizinkannya untuk dipublikasikan," imbuhnya.
Baca Juga: Jangan Pusing! Ini Tips Jitu Siapkan Dana Pendidikan Anak(zhd)