Shin Tae-yong mengingatkan skuad Garuda jangan takut saat melawan Vietnam. Ia tak ingin rasa sungkan membuat timnya kalah, seperti yang dialami Malaysia.
Sepanjang sejarah pertemuan, Indonesia dan Vietnam sudah bertemu sebanyak 24 kali. Dari puluhan laga itu, Indonesia masih punya rapor lebih baik dengan mencatatkan 9 kali kemenangan, 9 kali imbang, dan 6 kali menelan kekalahan.
Timnas Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mengemas dua kemenangan besar atas Kamboja dan Laos. Namun, anak asuh Shin Tae-yong itu jelas harus mewaspadai Vietnam yang memuncaki klasemen sementara Grup B.
Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mengingatkan bahwa jalan terjal masih membayangi Timnas Indonesia. Malaysia, Vietnam bahkan Laos bisa menjadi batu sandungan Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya.
Shin Tae-yong juga mengakui adanya masalah di sektor pertahanan tim asuhannya. Ia akan membenahi persoalan tersebut sebelum melakoni laga kedua kontra Laos, Minggu (12/12).
Ketua Umum PSSI mengapresiasi kemenangan perdana yang diraih timnas malam ini. Namun, ia menilai penampilan timnas Indonesia di laga perdana belum menunjukkan penampilan terbaiknya.
Skuad Garuda langsung mendominasi jalannya pertandingan di babak pertama. Laga baru berjalan empat menit, Rachmat Irianto sukses menggetarkan jala Kamboja yang dikawal Kim Huy.
Gelandang timnas Indonesia, Witan Sulaeman tidak ingin meremehkan Kamboja. Witan menilai seluruh kontestan di Grup B wajib dipadang sebagai lawan tangguh.
Shin Tae-yong sangat yakin timnya dapat mengalahkan Kamboja. Selain memiliki persiapan yang bagus, ia juga meminta para pemain fokus menjalankan instruksi yang diberikannya.
Secara keseluruhan, timnas Indonesia mencatatkan 19 kemenangan, sekali imbang, dan tiga kali kalah. Garuda juga sukses mencetak 89 gol dengan jumlah kebobolan sebanyak 17 kali.
Core training diperlukan mengingat jadwal Indonesia di Piala AFF 2020 berdekatan tanggal mainnya. Sehingga perlu recovery yang baik agar kondisi pemain tetap bugar dan selalu fit.