Muktamar yang bertemakan 'Mewujudkan Indonesia Jaya dengan Pendidikan Paripurna dalam Washatiyah Islam' itu akan dilaksanakan secara virtual pada 19-22 Desember 2021 mendatang.
Hal lain yang menjadi pertimbangan Muktamar dilaksanakan full online adalah karena baru-baru ini terjadi bencana erupsi Gunung Semeru. Kesadaran sosial ini harus dibangun dan semua pimpinan setuju.
Ustaz Zaitun Rasmin berpesan kepada aparat keamanan agar dalam menumpas terorisme selalu melibatkan ulama, dai maupun Ormas-ormas Islam. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Di tengah situasi pandemi Covid-19, pola kegiatan dakwah mengalami reformasi dan transformasi. Kegiatan-kegiatan dakwah yang biasanya dilakukan secara langsung atau tatap muka, kini dilakukan secara virtual.
Anies mengapresiasi kiprah Wahdah Islamiyah dalam pendidikan dan dakwah di Indonesia. Ia menilai, Wahdah adalah organisasi yang mengalami perkembangan pesat.
Ustadz Syaibani Mujiono mengatakan, jelang Muktamar IV Wahdah Islamiyah, pihaknya menjalin silahturahmi kepada sejumlah tokoh dan pemuka agama di Sulawesi Selatan untuk hadir.
Panitia telah mengatur pelaksanaan acara dengan menyesuaikan kapasitas maksimum yang diperbolehkan oleh pemerintah kepada masyarakat maupun organisasi yang hendak menggelar acara.
Menurutnya, masyarakat masa kini berada di era digital, di mana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan beragama.