Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Wamenag: Dakwah Harus Dilakukan Persuasif, Bukan Sporadis

ahmad zuhdi Senin, 11 Oktober 2021 - 15:01 WIB
Wamenag: Dakwah Harus Dilakukan Persuasif, Bukan Sporadis
Sudah tujuh tahun teras ini menjadi basis dakwah anak-anak muda Yogyakarta yang kelak dinisbatkan sebagai nama lembaga Teras Dakwah. Foto: Dok. Teras Dakwah
LANGIT7.ID, Jakarta - Dakwah Islamiyah haruslah dilakukan secara sistematis, metodologis, persuasif, dan tidak secara sporadis. Dakwah juga harus menjadi sarana menguatkan persaudaraan seagama dan sebangsa.

Hal ini disampaikan Wamenag Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengingatkan kepada para dai bahwa saat memberikan Prasaran dalam Webinar Kebangsaan dan Pelepasan Dai DPP Wahdah Islamiyah, Sabtu (9/10/2021). Mengutip Buya Hamka, dia mengingatkan para dai akan prinsip dasar dalam berdakwah.

Baca Juga: Ingin Punya Anak Shaleh? Persiapkan Sejak Masih Jomblo

"Saya ingin mengutip petuah ulama besar Prof Dr Hamka, salah seorang maestro dakwah dan ulama intelektual muslim yang tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia, di mana pemikiran dan langkah dakwahnya konsisten dalam bingkai kecintaan terhadap Islam dan kecintaan pada tanah air Indonesia. Beliau menuturkan bahwa dakwah itu membina bukan menghina," ujarnya.

Masih mengutip Buya Hamka, dia mengatakan bahwa dakwah itu mendidik bukan membidik, dakwah itu mengobati bukan melukai, dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan, dakwah itu saling menguatkan bukan saling melemahkan, dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu menyejukkan bukan memojokkan.

"Dakwah itu mengajar bukan menghajar, dakwah itu saling belajar bukan bertengkar, dan dakwah itu menasihati bukan mencaci maki," ujarnya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Jalur Dakwah Pendiri Gontor di Palembang dan Sumbagsel

Di tengah era disrupsi informasi, Wamenag juga mengajak juru dakwah untuk terampil menggunakan media sosial. Menurutnya, masyarakat masa kini berada di era digital, di mana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan beragama. Untuk itu, para dai dituntut terampil menggunakan sosial media dan memanfaatkannya untuk kemajuan dan keluasan jangkauan dakwah.

"Keberhasilan dakwah dalam menggarami masyarakat dengan pesan-pesan kebenaran dan kebaikan tentu tidak hanya ditentukan oleh penguasaan aspek teknis, tetapi juga aspek substansi dan aspek etik dan akhlak dai itu sendiri," ucapnya.

"Peranan dan kontribusi para dai dan ormas-ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan ekonomi akan menentukan gambaran wajah Indonesia masa depan," ungkapnya.

Baca Juga:

5 Pesantren Khusus Tangani Santri dengan Gangguan Mental

Gangguan Mental Bukanlah karena Jin, Dosa atau Jauh dari Allah


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan