Adapun pembentukan tim ini didasari oleh semangat bahwa pemerintah dan seluruh pelaku usaha umrah dan haji di Indonesia harus mampu menjadi satu tim yang kuat.
Konsep ini sering dicontohkan oleh manusia terbaik, Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan dakwahnya, salah satunya adalah peristiwa penolakan dakwah di Thaif.
Peran perempuan yang dimuliakan dalam Islam, tidak bisa disamakan dengan konsep women liberation Barat. Hal tersebut justru akan menodai jati diri perempuan.
Pasal 18 PMA juga mengatur tentang sanksi, dalam ayat satu disebutkan pelaku yang terbukti melakukan Kekerasan Seksual berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dikenakan sanksi pidana dan sanksi administratif.
Dari masjid, kata Zainut, juga muncul para sahabat yang menjadi pendakwah besar ke berbagai belahan dunia. Di antaranya, Abu Hurairah, Salman al Farizi, Bilal bin Rabbah, dan para sahabat lainnya. Karena itulah, sangat penting bagi pengurus untuk memerkuat peran masjid, terutama di era saat ini.
Zainut berharap, seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan event keagamaan tingkat nasional dua tahunan itu mampu bekerja sama dan bersinergi dengan baik.
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, menyebut Kemenag akan menugaskan penyuluh-penyuluh agama untuk mengedukasi remaja yang ada di Citayam Fashion Week (CFW) Sudirman, Jakarta. Hal itu dilakukan setelah ada remaja laki-laki yang mengenakan pakaian wanita. Ajang fesyen remaja tersebut disinyalir disusupi LGBT.
Sebagai salah satu Naib Amirul Hajj pada penyelenggaraan haji tahun ini, Zainut meminta agar para jamaah turut memperhatikan penyakit bawaan atau penyakit yang selama ini menjadi keluhan mereka.
Zainut berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pelaku usaha. Dia meminta pengusaha dalam melaksanakan bisnisnya tetap mengindahkan nilai-nilai kesakralan agama.
Kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoaks, dan informasi palsu melalui media sosial baik berupa meme, fitur, rekayasa foto dan video, nilai Zainut, memiliki tujuan jahat, yakni memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara agar masyarakat tidak percaya kepada pemerintah.
Indonesia dan Saudi Arabia memiliki pandangan yang sama terhadap pentingnya membangun Islam wasatiah, Islam yang mengajak kepada nilai-nilai keadilan, moderat dan keseimbangan dalam beragama. Bukan Islam yang menjurus pada tindakan yang ekstrim, berlebihan, dan melampaui batas.