Berdasarkan data kerusakan yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, sebanyak empat rumah dan satu unit sekolah mengalami kerusakan.
Suharyanto melaporkan, terdapat 58.362 orang yang mengungsi karena rumahnya hancur akibat gempa. Sementara, sebanyak 1.083 orang menjalalani perawatan akibat luka-luka.
Sebanyak 47 tenda pengungsi disiapkan guna mendukung kebutuhan darurat warga terdampak. Sejumlah bantuan logsitik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp 500 juta turut disiapkan.
Dalam tinjauannya, Suharyanto meminta kepada masyarakat untuk menaati penetapan wilayah-wilayah yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Anak Krakatau.
Semua partisipan hanya diperkenankan melakukan kegiatan di zona yang telah ditentukan pada setiap fasilitas atau sarana prasarana dalam kawasan bubble MotoGP.
Selain meninjau fasilitas karantina, Ketua Satgas juga memantau implementasi alur skrining kesehatan agar dapat berjalan kondusif di lapangan. Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah kerumunan akibat antrian panjang penumpang.
Di sepanjang jalan menuju lokasi, Kepala BNPB melihat banyak kerusakan vegetasi berupa pohon tumbang dan material vulkanik yang menutupi jalan hingga ketebalan kurang lebih 30 sentimeter.
Pemberian dukungan kepada para korban tersebut sekaligus menjadi wujud negara hadir secara langsung dalam percepatan penanganan kejadian bencana erupsi Gunung Semeru.
BNPB meminta kepada unsur Pemerintah Daerah(Pemda) di Kabupaten Lumajang untuk menetapkan status bencana pasca terjadinya erupsi Gunung Merapi pada Sabtu (4/12) sore.