Iran memastikan tidak ada kemungkinan untuk membuka Selat Hormuz menyusul terjadinya pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pihak militer Iran memperingatkan pada 15 April bahwa mereka akan memblokir perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman, apabila blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu dorongan agar Indonesia bersikap tegas menolak penggunaan wilayah udara demi menjaga prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Kementerian Pertahanan klarifikasi wacana izin akses pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia. Simak penjelasan terkait kedaulatan negara dan status draf kesepakatan terbaru di sini!
Telah dipastikan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam menemui jalan buntu alias gagal. Ada dua poin penting yang menjadi penghalang untuk terbentuknya kesepakatan.
Tidak butuh waktu lama bagi Presiden AS Donald Trump untuk merespons gagalnya perundingan dengan Iran. Lagi-lagi dengan ancaman, Trump mengumumkan bahwa angkatan laut AS akan memulai proses memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menemui jalan buntu alias gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan 21 jam dilakukan di Islamabad, Pakistan yang dimulai sejak Sabtu, 11 April.
Iran dan Oman diizinkan untuk memungut biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Pungutan ini termasuk dalam proposal Iran dalam upaya mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
Hacker Iran dilaporkan membobol sistem kendali industri Rockwell Automation di Amerika Serikat, menargetkan sektor energi dan air. Simak peringatan CISA & FBI terkait ancaman infrastruktur kritis ini.