LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap masjid di Indonesia memiliki sejarah masing-masing yang menarik untuk dibahas. Seperti halnya Masjid Jami Al-Mujahidin Menteng Atas yang berawal dari kayu hingga menjadi masjid berkonsep modern.
Pembangunan masjid berawal pada tahun 1943, kala itu Masjid Jami Al-Mujahidin merupakan masjid mungil yang dikokohkan dengan kayu-kayu. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di daerah Ibu Kota Jakarta.
![Masjid Jami Al-Mujahidin Menteng, Berawal dari Bangunan Kayu Tahun 1943]()
Seiring berjalannya waktu, renovasi besar-besaran mulai dilakukan pada tahun 1983. Seluruh bangunan diruntuhkan dan dibangun ulang dengan desain konsep yang berbeda.
"Tahun 1983 kemudian di bongkar semua yang tadinya terdiri dari tiang-tiang kayu. Bahkan saya masih bisa melihat itu semua karena saya ke sini tahun 1980-an," ujar Ketua DKM Masjid Jami Al-Mujahidin, Muhammad Fadli saat ditemui
Langit7, Jumat (18/8/2022).
Baca Juga: Tips Khusyuk saat Salat, Begini Saran Ustadz Hanan AttakiKemudian pada tahun 2019 dilakukan kembali renovasi guna memodernisasi arsitektur bangunan masjid. Bahkan seluruh lantai masjid pun beralaskan granit dan ditambah ornamen-ornamen bintang segi delapan pada dinding depan bagian mimbar.
"Setelah saya menjadi pengurus, maka kita utamakan arsitekturnya kuat. Kemudian di renovasi, mulai dari pembedahan dekorasi lantai dua hingga menambah ornamen-ornamen," ujarnya.
Kini Masjid Jami Al-Mujahidin berdiri kokoh dengan desain yang mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, masjid ini juga tak pernah libur kegiatan keagamaan, setiap harinya selalu ada kajian atau pun pengajian.
"Kalau kegiatan keagamaan kita full setiap hari ada dengan guru yang berbeda-beda, ada di poster besar yang kita taruh di masjid," ucapnya.
Salah satu guru dari pengajian masjid ini diisi oleh Ustaz Hassan Haikal Baras atau yang lebih dikenal Babe Haikal. Pengajian ini diselenggarakan sebulan sekali pada pekan pertama setiap hari Selasa bakda Maghrib.
Baca Juga: Capres Harus Lebih Dua Pasang, Politik Identitas Harus Dihentikan(zhd)