LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan hunian tetap (huntap) relokasi, bagi masyarakat terdampak Gempa Cianjur dapat rampung sebelum Idul Fitri.
Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto mengatakan seluruh pekerjaan diharapkan dapat rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri 2023, sesuai target dari Menteri PUPR dengan penyelesaian secara bertahap.
"Janji kami, pada tahun baru masyarakat bisa menempati 80 unit RISHA. Alhamdulillah, saat ini 95 unit RISHA sudah kami selesaikan di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, yang nantinya akan dibangun 200 unit rumah tipe 36/75 di atas lahan seluas 2,5 hektar," kata Iwan dalam keterangannya dikutip Jumat (6/1/2023).
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Kuota Pertalite 32,56 Juta KL pada 2023 Selain itu, Iwan menyampaikan lokasi kedua yakni di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande akan dibangun 151 unit di atas lahan seluas 1,9 hektar. Di mana saat ini sudah terbangun 4 unit.
"Pada 95 unit RISHA tersebut, konstruksinya telah mencapai 100 persen dan dibangun lengkap dengan atap, lantai dan dinding. Selanjutnya, ada 69 unit RISHA yang saat ini sedang dilakukan proses pemasangan dinding dan lantainya, serta 24 unit RISHA yang sudah terpasang rangka strukturnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Iwan berpesan kepada pelaksana konstruksi PT. Brantas Abipraya (Persero) untuk bekerja dengan tepat, cepat dan selalu mengutamakan mutu bangunan yang berkualitas.
"Saat ini target pembangunan tahap pertama kami sudah melebihi target, sisanya pembangunan di tahap kedua ini kami optimis dapat selesai sesuai target pada minggu ketiga di Januari 2023 ini," ujar dia.
Selain membangun rumah tahan gempa dengan metode RISHA yang memiliki 2 kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi dan dapur, Kementerian PUPR juga akan melengkapi Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) berupa sambungan listrik, saluran air bersih dan juga sanitasi.
Baca juga: KH Masduki Baidlowi: Pers Salah Satu Pilar dalam Sistem DemokrasiDengan begitu, kata Iwan masyarakat dapat segera menghuni rumah tersebut dan tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.
Selanjutnya, Iwan menjelaskan Kementerian PUPR bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyiapkan kawasan relokasi di Kecamatan Cilaku seluas 2,5 hektar, dan di Kecamatan Mande seluas 1,9 hektar bagi masyarakat yang rumahnya berada di patahan sesar aktif Cugenang.
"Sementara, untuk masyarakat yang rumahnya tidak berada di patahan sesar aktif Cugenang, tidak perlu pindah ke kawasan relokasi. Karena pemerintah akan tetap memberikan bantuan perbaikan rumah yang besarannya menyesuaikan dengan tingkat kerusakan," tegasnya.
(sof)