LANGIT7.ID - , Antakya - Kubah dan dinding
Gereja Ortodoks Antiokhia abad ke-1, yang dikenal sebagai Gereja Antakya, dan Masjid Habib-I Nejjar abad ke-7 di kota kuno Antakya, Turki, hampir seluruhnya runtuh.
Gereja tertua di dunia dan
masjid paling tua di Turki hancur menjadi puing-puing setelah
gempa yang mengguncang negara tersebut pada pekan lalu.
Baca juga: Tiba di Turki, Tim Indonesia Menuju Lokasi Terdampak Gempa“Sayangnya gereja kami hancur setelah gempa. Semua temboknya runtuh dan kondisi tidak layak untuk beribadah,” kata Sertac Paul Bozkurt, anggota dewan Gereja Ortodoks Antiokhia.
“Sayangnya Antakya dalam masalah besar. Sebagai masyarakat di sini tentunya kami sangat sedih, sangat putus asa. Kami mengalami kerugian besar. Kami kehilangan sekitar 30-35 orang dari komunitas gereja kami.” lanjut Bozkurt, dikutip Euronews, Ahad (19/2/2023).
Bozkurt pun mendorong umat Kristiani dari seluruh dunia untuk membantu mereka membangun kembali Gereja Antakya.
“Ini akan menjadi proses yang panjang. Tetapi kami akan membangun kembali gereja kami dan kami akan menyatukan kembali komunitas kami di gereja ini.” kata Bozkurt.
Baca juga: KBRI Ankara dan Damaskus Bergegas Evakuasi WNI Terdampak Gempa TurkiSementara warga Muslim yang tinggal di Antakya juga merasakan kekesalan yang sama. Masjid Habib-I Nejjar, masjid tertua di Turki yang dibangun pada abad ke-7, juga hancur. Banyak warga Muslim setempat yang tewas akibat gempa tersebut.
“Masjid ini sangat berarti bagi kami. Di setiap provinsi, kami percaya bahwa ada orang suci yang melindungi kami. Masjid Habib-I Nejjar ini sangat berharga bagi kami umat Islam," katanya.
Jamaah setempat, Havva Pamukcu, mengatakan setiap malam Lailatul Qadr, umat Muslim di wilayah tersebut selalu datang untuk salat.
“Itu sangat berharga bagi kami semua, semua orang Turki dan Muslim. orang-orang biasa pertama kali berkunjung ke sini sebelum mereka pergi berziarah ke Mekkah.”
Pada 6 Februari 2023, gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6 di kota Kahramanmaras mengguncang Turki. Korban jiwa sejauh ini telah melebihi jumlah korban jiwa dalam gempa bumi tahun 1999 yang tragis. Keadaan darurat diumumkan di wilayah tersebut selama 3 bulan.
Baca juga: Kondisi WNI dan Daerah Terdampak Gempa M 7,8 TurkiSalah satu kota yang paling terdampak gempa yang melanda 10 provinsi itu adalah Antakya-Hatay.
Antakya adalah kota tempat dua dari empat gempa bumi yang terjadi sepanjang sejarah paling banyak menelan korban jiwa.
Menurut perkiraan, pada 115 SM, gempa berkekuatan 7,5 SR menewaskan 260.000 orang. Pada 525 AC, 250.000 orang kehilangan nyawa dalam gempa bumi lainnya. Pada tahun 1872, gempa bumi menghancurkan sepertiga dari Antakya.
(est)