LANGIT7.ID - , Jakarta - Gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 mengguncang
Turki, Senin (6/2/2023). Wilayah utama yang mengalami
gempa bumi hanya di wilayah Tenggara Turki yang berdekatan dengan perbatasan Suriah.
Kawasan tersebut meliputi 11 daerah yaitu Adana, Adıyaman, Kahramanmaraş, Gaziantep, Diyarbakır, Hatay, Kilis, Şanliurfa, Malatya, Osmaniye, Elazig, Elbistan.
Baca juga: Masjid Bersejarah Turki Tetap Bertahan Meski Diguncang Gempa Berkali-KaliKedutaan Besar RI di Ankara, Turki menyatakan diperkirakan terdapat sekitar 500 WNI yang bermukim di wilayah
terdampak gempa.
“Sebagian besar adalah pelajar, pekerja spa terapis, pasangan menikah dengan warga setempat dan pekerja di organisasi internasional yang beroperasi di perbatasan Turki-Suriah,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal dalam pernyataan media, Selasa (7/2/2023).
Sejauh ini, hingga Selasa pukul 20.19 WIB, KBRI Ankara menyatakan tidak ada korban meninggal dari WNI. KBRI Ankara terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan mitra setempat dalam upaya pelindungan warga, termasuk melakukan evakuasi, penyaluran bantuan dan dukungan lainnya.
KBRI sudah menerima permintaan evakuasi dari 104 orang WNI. Berikut laporan KBRI Ankara:
Baca juga: Indonesia Salurkan Bantuan Satu Kontainer Makanan untuk TurkiAdana: KBRI menerima laporan evakuasi 1 orang
Kahramanmaraş: laporan permintaan evakuasi 40 orang,
Gaziantep: 40 orang
Diyarbakır: 14 orang
Hatay: 9 orang
Data terbaru pukul 10.14 Waktu Turki (GMT +3) atau pukul 14.14 WIB, KBRI Ankara melaporkan 10 korban luka-luka dari WNI. Rinciannya, 4 orang sudah ditangani di rumah sakit setempat di Kahramanmaras (1 orang) dan Hatay (3 orang).
Kemudian 6 orang pekerja spa therapist di Hatay mengalami patah tulang dan tidak dapat tertampung di rumah sakit setempat. Mereka dievakuasi ke Ankara.
“Pada umumnya tempat tinggal/asrama hancur, sementara penampungan yang disediakan otoritas setempat sudah penuh, suhu berkisar antara 4 derajat hingga -7 derajat di lokasi gempa disertai badai salju,” kata Iqbal.
Baca juga: Muhammadiyah Kerahkan Tenaga Medis untuk Korban Gempa TurkiSementara iitu, dari 6.500 WNI yang tercatat di Turki, hampir 90% tinggal di kawasan Marmaris (Istanbul, Bursa, Kocaeli, Canakkal, Kirklareli), Anatolia Tengah (Ankara, Sakarya, Karabuk, Kastamonu, Zonguldak, Samsun, Barten, Afyon, Kutahya, Eskisehir) dan Agean (Isparta, Antalya, Izmir, Bodrum, Mugla).
“WNI di daerah-daerah ini tidak terkena dampak gempa dan semuanya dalam keadaan aman. Khusus untuk daerah Kayseri, gempa terasa di kota Kayseri namun kondisi aman dan tidak ada korban maupun bangunan runtuh,” imbuh Iqbal.
KBRI menyarankan bagi mereka yang memiliki keluarga/kerabat/teman di Turki yang berada di luar 11 kota yang terkena dampak langsung tersebut tidak disarankan untuk menghubungi hotline KBRI Ankara. Sehingga akan memberikan kesempatan kepada hotline untuk fokus menangani WNI yang terdampak langsung.
(est)