Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Jangan Asal Makan, Kenali 5 Titik Kritis Kudapan Viral Cromboloni

esti setiyowati Senin, 25 Desember 2023 - 14:00 WIB
Jangan Asal Makan, Kenali 5 Titik Kritis Kudapan Viral Cromboloni
Kudapan asal Prancis, Cromboloni tengah viral di kalangan pecinta makanan di Indonesia.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kudapan asal Prancis, Cromboloni tengah viral di kalangan pecinta makanan di Indonesia. Selain tampilannya yang menggugah selera, crombolini juga masih asing di konsumen Tanah Air.

Cromboloni merupakan perpaduan croissant khas Prancis dan bomboloni, pastry dari Italia. Kue ini memiliki bentuk bulat dengan tekstur renyah seperti croissant.

Sementara tekstur dalam dari cromboloni ini lembut seperti bomboloni. Kudapan viral ini pun memiliki aneka ragam rasa dari toppig dan isian di dalamnya, seperti cokelat, stroberi, kacang almond, tiramisu, vanila, green tea, varian daging, serta masih banyak lagi.

Meski diklaim no pork no lard dan tidak menggunakan rum, tetapi sebagai muslim ada yang harus dicermati dari panganan ini. Lalu,apa saja titik kritisnya?

Baca juga:4 Ide Kegiatan Menyenangkan untuk Isi Liburan Akhir Tahun

Post Audit Officer LPPOM Officer MUI, Fadilla, mengatakan, cromboloni dibuat dari bahan-bahan yang halal. Namun, ada 5 titik kritis dari crombolini yang perlu diperhatikan.

1. Tepung Terigu

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 962/Menkes/SK/ VII/2003, tepung terigu yang diproduksi, diimpor atau diedarkan di Indonesia harus mengandung fortifikan, yang meliputi: zat besi (Fe), seng (Zn), vitamin B1, vitamin B2, serta asam folat. Dari sisi kehalalannya, tepung terigu relative aman.

"Akan tetapi, berbagai bahan yang ditambahkan rentan terhadap berbagai cemaran bahan haram. Sebagai contoh, vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), dan asam folat (folic acid) bersumber dari bahan yang halal dikonsumsi," seperti dijelaskan dalam laman Halal MUI, dikutip Sabtu (24/12/2023).

Vitamin tersebut dapat berubah menjadi tidak halal apabila dalam proses produksi secara mikrobiologis menggunakan media yang berasal dari protein hewan yang tidak halal.

2. Mentega

Mentega rentan dengan penggunaan enzim, seperti rennet dan pepsin, yang dapat berasal dari babi. Meski begitu tidak semua produk tersebut berasal dari babi.

Whey juga dapat berasal dari pengasaman susu dan pemisahan gumpalan, sehingga asam yang digunakan bisa saja kritis jika terbuat dari produk mikrobial seperti asam sitrat.

3. Gula

Bahan selanjutnya adalah gula, yang memiliki tahapan proses produksi yang berpeluang menggunakan bahan dekolorisasi yang menggunakan arang aktif.

"Bahan ini dapat terbuat dari tulang, kayu, atau bambu. Perlu dikaji lebih lanjut apabila menggunakan arang aktif dari tulang karena ada kemungkinan berasal dari tulang babi atau hewan yang disembelih tidak sesuai syar’i," lanjutnya.

4. Kuas

Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan kuas untuk mengolesi margarin atau minyak agar roti tidak menempel. Kuas yang digunakan bisa sintetis atau dari bulu hewan.

Bila kuas kue terbuat dari bulu hewan, maka perlu dipastikan apakah berasal dari babi atau bukan.

5. Topping dan Filling

Pengolahan topping seperti cokelat tentunya menggunakan emulsifier. Emulsifier ini ada yang berupa lesitin, nabati atau hewani.

"Jika nabati umumnya menggunakan lesitin kedelai, sedangkan jika hewani apakah menggunakan babi atau tidak," terangnnya.

Lemak juga salah satu jenis emulsifier untuk cokelat yang biasanya berfungsi sebagai stabilizer. Hampir sama seperti lesitin, lemak yang digunakan harus kita pastikan berbahan nabati atau hewani.

"Jika hewani harus dapat dipastikan bukan babi dan berasal dari hewan halal yang disembelih sesuai syar’i," tegas Fadila.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)