LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Cinta Laura dikenal sebagai artis yang peduli akan
kelestarian lingkungan. Adanya aktivitas tambang nikel di
Raja Ampat memicu kegeraman Cinta Laura untuk ikut bersuara.
Lewat Instagram pribadinya, Cinta Laura mengeluarkan pernyataan tajam terhadap kondisi alam juga masyarakat di tanah
Papua.
Ia menyebut eksploitasi alam di Raja Ampat sebagai putusnya hubungan spiritual dengan alam.
Baca juga: Bukan Adu Outfit, Cinta Laura ke Dukuh Atas Malah Pungut SampahArtis keturunan Jerman ini mengaku penasaran dengan orang-orang tamak di balik kerusakan Raja Ampat.
“Saat izin ditandatangani dan dividen dicairkan, aku penasaran apakah orang-orang serakah ini masih ingat dengan wajah-wajah manusia yang dikorbankan dan ditinggalkan dengan tempat tinggal yang hancur dan tanah yang diracuni?” kata Cinta Laura dikutip pada Senin, (9/6/2025).
Cinta Laura menyinggung bahwa rusaknya Raja Ampat semata demi nikel untuk menggerakkan mobil listrik. Dan hal itu bukanlah sebuah kemajuan untuk masyarakat, khususnya rakyat Papua.
"Semua demi nikel untuk menggerakkan mobil listrik. Katanya ini kemajuan, tapi kemajuan untuk siapa?," tanyanya.
Cinta menyebut apa yang terjadi di Raja Ampat saat ini sebagai krisis moral yang sangat serius.
Baca juga: Tak Cuma Cinta Laura, Tiga Artis Ini Vokal Terhadap Isu Perempuan"Ini bukan sekadar kegagalan kebijakan,
it's failure of conscience, kegagalan hati nurani," lanjutnya.
Secara tegas, artis berusia 31 tahun ini mengatakan tanah dan laut adalah saudara yang harus dijaga, bukan barang dagangan.
“Mereka hidup dengan satu kebenaran yang sekarang kita lupain, bahwa tanah sama laut itu bukan barang dagangan buat dieksploitasi, tapi saudara yang harus dijaga,” katanya.a jug
Selain menyoroti soal kerusakan lingkungan Raja Ampat, Cinta Laura juga menyinggung nasib rakyat Papua dengan adanya eksploitasi tambang nikel di wilayah tersebut.
“Kerusakan ini bukan cuma soal hilangnya budaya, yag terjadi sekarang juga fatal terhadap kesehatan warga Papua. Penebangan hutan dan tambang nyebarin debu ke udara, ngeracunin air,” kata Cinta.
View this post on InstagramA post shared by Cinta Laura Kiehl (@claurakiehl)
Cinta juga mengungkap adanya laporan warga yang mengalami penyakit kulit dan gangguan pernapasan.
Atas itu, tak ragu, Cinta menyebut para penguasa yang haus kekayaan tega mengorbankan nasib jutaan rakyat.
Baca juga: Raja Ampat Masuk Daftar Destinasi Wajib Dikunjungi di 2025 Versi New York Times“Bahwa segelintir orang memilih kekayaan di atas nasib jutaan rakyat,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat luas jangan berdiam diri dengan fakta yang ada di Raja Ampat. Kerusakan di wilayah di pulau tersebut adalah peringatan adanya kelompok penguasa serakah yang mengorbankan rakyat hanya untuk kemewahan pribadinya.
“Bahwa saat kalian berjuang beli beras dan bayar uang sekolah mereka malah jual masa depan negeri ini demi mobil mewah, villa di luar negeri, dan rekening dengan uang berlimpah,”
“Raja Ampat bukan sekadar pulau, ini peringatan. Kalau kita diam aja, apalagi yang kelompok serakah ini bakal rebut?” tandasnya.
(est)