Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Juz ke - 19
Tafsir
Ketika saudara mereka sendiri yang satu negeri dan satu kabilah yaitu Hud berkata kepada mereka dengan tulus ikhlas mengajak mereka ke jalan yang benar, “Mengapa kamu tidak bertakwa?"
Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengutus Nabi Hud a.s. kepada kaum Ad tetapi mereka mendustakan dan mengingkari seruannya. Ad adalah nama suatu kaum, yang diambil dari nama nenek moyang mereka yang bernama ad. ad adalah salah seorang keturunan Sam bin Nuh. Nabi Hud sendiri termasuk salah seorang keturunan ad, yaitu Hud bin Abdullah bin Rabah bin Khulud bin ad. Itulah sebabnya di dalam ayat ini Nabi Hud disebut saudara dari kaum ad, yang maksudnya Nabi Hud termasuk salah seorang warga kaum ad.
Kaum ad bertempat tinggal di al-Ahqaf, yang sekarang dikenal dengan nama Sahara al-Ahqaf. Sekarang daerah ini termasuk salah satu bagian dari kerajaan Arab Saudi bagian selatan. Al-Ahqaf terletak di sebelah utara Hadramaut, sebelah timur laut Yaman, sebelah selatan Nejed dan sebelah barat Oman. Sekarang tempat itu dinamai juga ar-Rab al-Khali artinya tempat yang kosong karena memang tempat itu telah kosong, tidak didiami orang. Dalam peta biasanya ditulis Rub al-Khali, itu salah, yang betul Rab bukan Rub.
Kaum ad pada mulanya beragama tauhid, agama yang dianut nenek moyang mereka dan sesuai pula dengan fitrah manusia. Akan tetapi, setelah kerajaan mereka meluas dan membesar akibat penaklukan bangsa-bangsa lain di sekitarnya, mereka menjadi sombong dan menyembah patung-patung. Patung-patung yang disembah itu adalah patung-patung pemimpin mereka, yang pada mulanya dibuat hanya untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka. Namun demikian, lama-kelamaan patung itu mereka sembah. Ada tiga buah patung yang mereka sembah, yaitu Saba, Samud, dan Haba. Untuk mengembalikan mereka kepada agama yang benar, Allah mengutus seorang rasul kepada mereka, yaitu Nabi Hud, yang termasuk salah seorang dari warga mereka juga.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.