Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur'an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
Juz ke - 19
Tafsir
Dan tidaklah pantas bagi mereka Al-Qur’an itu karena hal-hal yang disebutkan di atas dan mereka pun tidak akan sanggup melakukan hal itu, karena Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi redaksi maupun isinya, yang tidak akan bisa tertandingi oleh siapa pun (Lihat: Surah al-Isrà’/17: 88).
Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Quran bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.
Ada tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Quran bukan berasal dari setan, yaitu:
1. Isi Al-Quran bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Quran memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.
2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Quran, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.
3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Quran yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Quran yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Quran dijaga Allah dari setan.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”