kalender Ahad, 28 Juni 2026
24

Asy-Syu'ara'

(Para Penyair - 227 Ayat)

قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ

Dia (Musa) menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya.”

Juz ke - 19
Tafsir
Musa menjawab dengan tiga jawaban. Pertama: “Tuhan yang mengutusku adalah Tuhan pencipta, pengurus, pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya seperti benda-benda langit dan lainnya. Hal berbeda dengan dirimu yang hanya meguasai negeri Mesir dengan kekuatanmu. Aku katakan hal ini kepadamu dengan sebenar-benarnya, jika kamu mempercayai-Nya."

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Firaun mendengar kata-kata Musa dan melihat sikapnya yang meyakinkan serta kesungguhannya menyampaikan dakwah terutama yang berhubungan dengan ketauhidan, yaitu supaya Firaun dan kaumnya menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan mereka, maka Firaun bangkit menentang. Ia bertanya dengan nada marah, Wahai Musa, engkau mengaku sebagai rasul Tuhan semesta alam. Apakah Tuhan semesta alam itu? Firaun sangat heran dan merasa tersinggung atas pengakuan Musa tentang kekuasaan dan keesaan Allah karena ia telah memproklamirkan kepada kaumnya bahwa dia satu-satunya tuhan, tiada tuhan selain dia, sebagaimana yang dijelaskan Allah di dalam firman-Nya: Dan Firaun berkata, Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. (al-Qasas/28: 38) (24) Pada ayat ini, Allah menerangkan jawaban Musa atas pertanyaan Firaun tentang Tuhan yang diakui Musa itu sebagai Tuhan yang mengutusnya. Untuk memudahkan pengertian Firaun tentang yang ditanyakan itu, maka Musa menjelaskan sebagian sifat-sifat yang menunjukkan kekuasaan Tuhan seru sekalian alam, sesuai dengan maksud pertanyaan Firaun. Musa mengatakan bahwa Tuhan yang mengutusnya adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dengan sebaik-baiknya. Tuhan yang menjadikan matahari, bulan, bintang-bintang yang gemerlapan di langit, sungai-sungai, lautan, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan di bumi, angin, hawa, dan lain-lain yang ada di antara langit dan bumi. Kalau memang Firaun dan kaumnya adalah orang-orang yang berkepala dingin, berpikiran sehat, dan memiliki hati yang terbuka, maka dengan jawaban Musa itu, tentu ia akan percaya dan meyakini keesaan Allah yang mengutus Musa.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS.
  • Bagikan Artikel Ini :
Tafsir Al-Quran
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 28 Juni 2026
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:52
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan