Dia (Musa) berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
Juz ke - 19
Tafsir
Para pesihir mempersilakan Nabi Musa memperlihatkan kehebatannya terlebih dahulu (Lihat: Surah Al-A’ràf/7: 115). Namun sebelumnya Nabi Musa mengingatkan mereka agar tidak meneruskan perang tanding ini karena mereka pasti kalah (Lihat: Surah Tàha:61). Akan tetapi, mereka tetap dengan pendirian mereka. Perang tanding pun dimulai. Musa, berkata kepada mereka para pesihir itu, "Sekarang aku berikan kesempatan kepada kalian, Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan, agar nanti bisa terlihat mana yang benar dan mana yang batil." Lain halnya jika Nabi Musa terlebih dahulu yang beraksi.
Ayat ini menggambarkan suasana adu kekuatan antara para pesihir Firaun dengan mukjizat Nabi Musa. Musa menawarkan kepada para pesihir itu untuk memulai sihirnya, yang mereka yakini bisa menggugurkan pengakuan Musa sebagai seorang rasul Allah. Para pesihir Firaun segera melemparkan tali-tali yang mereka siapkan seraya menyebut nama Firaun, dan mereka merasa yakin akan menang. Dengan kecepatan gerak tangan dan ilmu sihir mereka, tali-tali itu seolah-olah bergerak, mengecoh orang-orang yang menyaksikannya, sehingga mereka menyangka tali-tali itu berubah menjadi ular sesungguhnya, yang merayap ke sana kemari. Hal ini digambarkan dalam firman Allah:
Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka. (thaha/20: 66)
Dengan sihirnya, para pesihir itu telah menakut-nakuti dan mengelabui mata orang banyak. Mereka mengeluarkan segenap kemampuan yang ada pada mereka, dan menganggap telah cukup untuk memperoleh kemenangan dalam adu kekuatan itu.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”