home edukasi & pesantren

Kesetaraan dalam Islam, Kunci Kesuksesan Sebuah Rumah Tangga

Senin, 17 Januari 2022 - 07:33 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Bahtera rumah tangga tak selalu berlayar dengan mulus. Kadang ombak menghalang, kerap pula karang mencipta keretakan. Islam telah membahas secara kompleks mengenai masalah ini.

Masalah keretakan itu terurai dalam kisah pernikahan Zaid Bin Haritsah dan Zainab bin Jahsy. Zaid bin Haritsah adalah sahabat mulia. Ia merupakan satu-satunya sahabat yang disebutkan namanya dengan jelas dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam surah Al-Ahzab ayat 37.

Ayat itu menyampaikan sebuah perintah untuk mempertahankan rumah tangga. Namun menjadi pertanyaan besar alasan nama Zaid disebutkan secara jelas dalam ayat tersebut. Padahal ayat itu menceritakan kisah pilu keretakan rumah tangga Zaid.

Zaid menikahi sepupu Rasulullah, Zainab, seorang wanita yang terkenal cantik dan bernasab mulia, yakni Quraisy. Saat hendak menikah, Zaid pun dilamarkan oleh Rasulullah. Sebuah proses yang sangat mulia. Tak heran, sebab Zaid adalah putra angkat baginda Nabi Muhammad SAW.

Para ulama tafsir mengatakan, pernikahan Zaid dan Zainab hanya bertahan satu tahun. Setelah satu tahun berlalu, Zaid datang kepada Rasulullah untuk meminta izin menceraikan Zainab.

Rasulullah kala itu hanya menjawab, "Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah." (QS Al- Ahzab:37). Beliau tentu memiliki banyak pertimbangan. Terlebih pada masa itu, kafir Quraisy terus mencari-cari kesalahan Rasulullah.

"Di sinilah pelajaran yang luar biasa. Pernikahan dua orang mulia itu, bertemu dalam bahtera rumah tangga, yang seharusnya mulia tapi harus pisah. Itu menjadi tanda bahwa tidak cukup porang shaleh bertemu dengan seorang yang sholehah," kata pakar parenting nabawiyah, Ustadz Budi Ashari melalui kanal YouTube Ammar TV, dikutip Senin (17/1/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
parenting muslim parenting keluarga islam sirah nabawiyah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya