Tjahja Gunawan: Tujuan Kami Bukan Saja Makkah, Tapi Juga Tadabur Alam
Jaja Suhana
Selasa, 18 Januari 2022 - 08:10 WIB
Tjahja Gunawan. Foto: Dok Pribadi.
Pesepada fenomenal asal Tangerang Selatan Tjahja Gunawan mengatakan, tujuan bersepeda ke Makkah bukan saja untuk menunaikan ibadah haji, tapi juga bersilaturahmi dan tadabur alam. Ia bersama sahabatnya Muhammad Fuad merasakan ada hikmah spiritual dibalik perjalanannya ke Tanah Suci.
"Ini betul-betul perjalanan penuh hikmah, saya banyak bersilaturahmi dan berkenalan dengan orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya," ujar Tjahja Gunawan kepada Langit7, Senin (17/1/2022).
Penulis buku "Chairul Tanjung Si Anak Singkong" ini mengungkapkan, selain silaturahmi dan menambah teman baru ia juga dapat mentadaburi alam. Di antaranya dengan mengunjungi berbagai situs dan tempat bersejarah, dan berziarah ke makam para ulama penyebar Islam generasi awal di Indonesia.
Baca Juga:AHM Catat Kenaikan Ekspor Motor 36,1 Persen, Vario Mendominasi
"Misalnya saya ke Barus, Tapanuli Tengah. Di situ banyak makam para aulia dan makam para sahabat nabi, ini menandakan bahwa Islam itu sudah disebarkan ke Nusantara sejak abad keenam Masehi," ujarnya.
Ia bercerita di Barus ada sebuah tempat bernama Papan Tinggi, di sana ada makam sahabat bernama Syekh Mahmud bin Abdurrahman bin Muadz bin Jabal. Pengunjung yang akan menaiki harus meniti sebanyak 720 anak tangga. Makam Syekh Mahmud itu berbentuk panjang yang menunjukan ketinggian derajat sahabat nabi.
"Kenapa kita berziarah?. Karena kita masuk Agama Islam itu kan wasilah mereka, yakni sahabat Rasulullah dan para aulia yang dulu datang ke Nusantara," ujarnya.
"Ini betul-betul perjalanan penuh hikmah, saya banyak bersilaturahmi dan berkenalan dengan orang-orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya," ujar Tjahja Gunawan kepada Langit7, Senin (17/1/2022).
Penulis buku "Chairul Tanjung Si Anak Singkong" ini mengungkapkan, selain silaturahmi dan menambah teman baru ia juga dapat mentadaburi alam. Di antaranya dengan mengunjungi berbagai situs dan tempat bersejarah, dan berziarah ke makam para ulama penyebar Islam generasi awal di Indonesia.
Baca Juga:AHM Catat Kenaikan Ekspor Motor 36,1 Persen, Vario Mendominasi
"Misalnya saya ke Barus, Tapanuli Tengah. Di situ banyak makam para aulia dan makam para sahabat nabi, ini menandakan bahwa Islam itu sudah disebarkan ke Nusantara sejak abad keenam Masehi," ujarnya.
Ia bercerita di Barus ada sebuah tempat bernama Papan Tinggi, di sana ada makam sahabat bernama Syekh Mahmud bin Abdurrahman bin Muadz bin Jabal. Pengunjung yang akan menaiki harus meniti sebanyak 720 anak tangga. Makam Syekh Mahmud itu berbentuk panjang yang menunjukan ketinggian derajat sahabat nabi.
"Kenapa kita berziarah?. Karena kita masuk Agama Islam itu kan wasilah mereka, yakni sahabat Rasulullah dan para aulia yang dulu datang ke Nusantara," ujarnya.