Pakar UGM: Sesaji Bagian Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia
Mahmuda attar hussein
Rabu, 19 Januari 2022 - 19:30 WIB
Sesajen. Foto: Langit7/Istock
Beberapa waktu lalu, jagad dunia maya dihebohkan dengan seorang pemuda asal Lumajang yang menendang sesaji ke dalam jurang.
Dalam video yang tersebar pada Selasa (11/1) itu, pemuda yang diketahui seorang relawan tersebut menyebutkan pandangannya bahwa sesaji menyebabkan kemurkaan Tuhan, sehingga terjadi bencana erupsi Gunung Semeru.
Diketahui, pria tersebut telah ditangkap polisi dua hari usai video tersebut beredar di dunia maya, tepatnya pada Kamis (13/1). Pria itu ditangkap di rumahnya, Bantul, Yogyakarta.
Baca juga: Bagaimana Sikap Muslim Saat Temukan Sesajen? Ini Kata Ulama
Menanggapi kejadian itu, Dosen Filsafat UGM, Sartini mengatakan, masyarakat sering mengartikan sesajen sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan, dewa, roh leluhur, atau nenek moyang, dan makhluk tak terlihat.
Tradisi sesaji juga diketahui sudah ada sebelum Islam masuk, bahkan sebelum adanya agama Hindu dan Budha.
“Sesaji biasanya dikaitkan dengan ritual yang diadakan untuk tujuan tertentu. Benda yang disiapkan untuk tiap sesaji juga berbeda. Masing-masing unsur dalam sesaji mempunyai filosofinya sendiri,” kata Sartini dalam keterangannya, dikutip, Selasa (18/1).
Dalam video yang tersebar pada Selasa (11/1) itu, pemuda yang diketahui seorang relawan tersebut menyebutkan pandangannya bahwa sesaji menyebabkan kemurkaan Tuhan, sehingga terjadi bencana erupsi Gunung Semeru.
Diketahui, pria tersebut telah ditangkap polisi dua hari usai video tersebut beredar di dunia maya, tepatnya pada Kamis (13/1). Pria itu ditangkap di rumahnya, Bantul, Yogyakarta.
Baca juga: Bagaimana Sikap Muslim Saat Temukan Sesajen? Ini Kata Ulama
Menanggapi kejadian itu, Dosen Filsafat UGM, Sartini mengatakan, masyarakat sering mengartikan sesajen sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan, dewa, roh leluhur, atau nenek moyang, dan makhluk tak terlihat.
Tradisi sesaji juga diketahui sudah ada sebelum Islam masuk, bahkan sebelum adanya agama Hindu dan Budha.
“Sesaji biasanya dikaitkan dengan ritual yang diadakan untuk tujuan tertentu. Benda yang disiapkan untuk tiap sesaji juga berbeda. Masing-masing unsur dalam sesaji mempunyai filosofinya sendiri,” kata Sartini dalam keterangannya, dikutip, Selasa (18/1).