home edukasi & pesantren

Cara Aplikatif Agar Filsafat tak Bertentangan dengan Agama

Kamis, 20 Januari 2022 - 22:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pengajar filsafat Fahruddin Faiz mendefinisikan filsafat sebagai bidang kajian yang fokus pada cara berfikir yang benar. Pada titik itu, filsafat memiliki keterikatan atau nyambung dengan perintah agama.

Agama Islam, kata Fahruddin, memerintahkan manusia untuk menggunakan akal. Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang memiliki konotasi menggunakan akal, seperti yang memerintahan untuk membaca, berfikir, bertafakkur, dan bertadabbur.

"Ada banyak ayat yang konotasinya ke situ. Jadi, di titik ini menurut saya, filsafat tidak bertabrakan dengan agama," kata Fahruddin saat berbincang dengan Habib Ja'far melalui kanal YouTube Jeda Nulis, dikutip Kamis (20/1/2022).

Meski begitu, Fahruddin mengakui jika ada beberapa gagasan filsafat yang tidak cocok dengan agama. Namun, ia tak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, itu termasuk produk pemikiran.

Jika bersifat produk, maka boleh setuju dan boleh juga tidak setuju. Namun, jika tidak setuju bukan berarti mengesampingkan eksistensi filsafat sebagai bidang kajian yang mengajak untuk berfikir. Jika tidak mau berfikir, itu justru bertentangan dengan agama.

"Dengan definisi ini filsafat berarti sangat mendukung agama. Jadi, ambil yang sesuai dengan agama, tolak yang tidak sesuai. Dalam filsafat itu kan disebutkan manusia adalah binatang yang berpikir. Maka kalau manusia minus berpikir, khawatir tinggal binatang," kata Fahruddin.

Bahkan, kata dia, ada beberapa bidang keilmuan dalam Islam yang memanfaatkan logika atau mantik seperti ulumul Qur'an, ushul fikih, hingga ulumul hadits. Bidang keilmuan itu menggunakan prinsip-prinsip logis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ngaji filsafat pemikiran islam fahruddin faiz husein ja’far al-hadar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya