Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Aplikatif Agar Filsafat tak Bertentangan dengan Agama

Muhajirin Kamis, 20 Januari 2022 - 22:00 WIB
Cara Aplikatif Agar Filsafat tak Bertentangan dengan Agama
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengajar filsafat Fahruddin Faiz mendefinisikan filsafat sebagai bidang kajian yang fokus pada cara berfikir yang benar. Pada titik itu, filsafat memiliki keterikatan atau nyambung dengan perintah agama.

Agama Islam, kata Fahruddin, memerintahkan manusia untuk menggunakan akal. Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang memiliki konotasi menggunakan akal, seperti yang memerintahan untuk membaca, berfikir, bertafakkur, dan bertadabbur.

"Ada banyak ayat yang konotasinya ke situ. Jadi, di titik ini menurut saya, filsafat tidak bertabrakan dengan agama," kata Fahruddin saat berbincang dengan Habib Ja'far melalui kanal YouTube Jeda Nulis, dikutip Kamis (20/1/2022).

Meski begitu, Fahruddin mengakui jika ada beberapa gagasan filsafat yang tidak cocok dengan agama. Namun, ia tak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, itu termasuk produk pemikiran.

Jika bersifat produk, maka boleh setuju dan boleh juga tidak setuju. Namun, jika tidak setuju bukan berarti mengesampingkan eksistensi filsafat sebagai bidang kajian yang mengajak untuk berfikir. Jika tidak mau berfikir, itu justru bertentangan dengan agama.

"Dengan definisi ini filsafat berarti sangat mendukung agama. Jadi, ambil yang sesuai dengan agama, tolak yang tidak sesuai. Dalam filsafat itu kan disebutkan manusia adalah binatang yang berpikir. Maka kalau manusia minus berpikir, khawatir tinggal binatang," kata Fahruddin.

Bahkan, kata dia, ada beberapa bidang keilmuan dalam Islam yang memanfaatkan logika atau mantik seperti ulumul Qur'an, ushul fikih, hingga ulumul hadits. Bidang keilmuan itu menggunakan prinsip-prinsip logis.

"Maka, bekalnya adalah ilmu mantik. Maka di titik ini kita bisa menerima filsafat, meskipun boleh saja kita tidak setuju dengan gagasan filsuf tertentu," kata Fahruddin.

Selain itu, Fahruddin menjelaskan cara mengaplikasikan filsafat dalam beragama. Beragama berarti keimanan atau kepercayaan, dan kepercayaan akan semakin kuat jika ditambah dengan pemahaman.

"Jadi, yang beriman itu bukan hanya hati, tapi pikiran juga, ikut beriman. Karena dia bisa mengejar makna iman. Itu pentingnya pendayagunaan akal," kata Fahruddin.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)