Tren WFH di Masa Pandemi Munculkan Masalah pada Leher, Apa Sebabnya?
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 21 Januari 2022 - 07:07 WIB
Ilustrasi muslimah yang sedang bekerja di depan laptop, memegang lehernya yang sakit. Foto: LANGIT7/iStock
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini mengubah hampir semua gaya hidup. Tren work from home pun menjadi gaya hidup baru yang muncul saat pandemi ini.
Spesialis bedah ortopedi dan konsultan tulang belakang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Didik Librianto, Sp.OT (K) mengatakan tren bekerja dari rumah tersebut meningkatkan kasus masalah tulang leher.
Tulang belakang manusia sendiri, Didik menjelaskan, terdiriatas beberapa bagian, yaitu daerah servikal atau leher, thorakal atau punggung tengah, dan lumbar atau pinggang.
Baca juga: Kasus Omicron Meningkat, Perkantoran Diimbau Tetap WFH
Tren WFH ini membuat banyak orang duduk terlalu lama dalam satu posisi yang sama. Aktivitas tersebut menyebabkan masalah di servikal dan lumbar karena daerah tersebut menjadi daerah yang paling banyak mendapatkan tekanan.
"Daerah ini paling banyak mendapat pressure saat melakukan kegiatan WFH seperti kegiatan bersama komputer, presentasi, meeting. Banyak yang melakukan meeting hingga berjam-jam, setelah itu masih harus mengetik atau mengerjakan tugas. Kadang-kadang tanpa istirahat," papar Didik dalamdiskusi daring, Kamis (20/1/2022).
Dibandingkan dengan tulang lain, Didik mengatakan, tulang leher memiliki ukuran yang lebih kecil dan fleksibel, namun rentan akan stres berulang dan cedera ringan.
Spesialis bedah ortopedi dan konsultan tulang belakang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Didik Librianto, Sp.OT (K) mengatakan tren bekerja dari rumah tersebut meningkatkan kasus masalah tulang leher.
Tulang belakang manusia sendiri, Didik menjelaskan, terdiriatas beberapa bagian, yaitu daerah servikal atau leher, thorakal atau punggung tengah, dan lumbar atau pinggang.
Baca juga: Kasus Omicron Meningkat, Perkantoran Diimbau Tetap WFH
Tren WFH ini membuat banyak orang duduk terlalu lama dalam satu posisi yang sama. Aktivitas tersebut menyebabkan masalah di servikal dan lumbar karena daerah tersebut menjadi daerah yang paling banyak mendapatkan tekanan.
"Daerah ini paling banyak mendapat pressure saat melakukan kegiatan WFH seperti kegiatan bersama komputer, presentasi, meeting. Banyak yang melakukan meeting hingga berjam-jam, setelah itu masih harus mengetik atau mengerjakan tugas. Kadang-kadang tanpa istirahat," papar Didik dalamdiskusi daring, Kamis (20/1/2022).
Dibandingkan dengan tulang lain, Didik mengatakan, tulang leher memiliki ukuran yang lebih kecil dan fleksibel, namun rentan akan stres berulang dan cedera ringan.