Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tren WFH di Masa Pandemi Munculkan Masalah pada Leher, Apa Sebabnya?

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 21 Januari 2022 - 07:07 WIB
Tren WFH di Masa Pandemi Munculkan Masalah pada Leher, Apa Sebabnya?
Ilustrasi muslimah yang sedang bekerja di depan laptop, memegang lehernya yang sakit. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini mengubah hampir semua gaya hidup. Tren work from home pun menjadi gaya hidup baru yang muncul saat pandemi ini.

Spesialis bedah ortopedi dan konsultan tulang belakang dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Didik Librianto, Sp.OT (K) mengatakan tren bekerja dari rumah tersebut meningkatkan kasus masalah tulang leher.

Tulang belakang manusia sendiri, Didik menjelaskan, terdiriatas beberapa bagian, yaitu daerah servikal atau leher, thorakal atau punggung tengah, dan lumbar atau pinggang.

Baca juga: Kasus Omicron Meningkat, Perkantoran Diimbau Tetap WFH

Tren WFH ini membuat banyak orang duduk terlalu lama dalam satu posisi yang sama. Aktivitas tersebut menyebabkan masalah di servikal dan lumbar karena daerah tersebut menjadi daerah yang paling banyak mendapatkan tekanan.

"Daerah ini paling banyak mendapat pressure saat melakukan kegiatan WFH seperti kegiatan bersama komputer, presentasi, meeting. Banyak yang melakukan meeting hingga berjam-jam, setelah itu masih harus mengetik atau mengerjakan tugas. Kadang-kadang tanpa istirahat," papar Didik dalam diskusi daring, Kamis (20/1/2022).

Dibandingkan dengan tulang lain, Didik mengatakan, tulang leher memiliki ukuran yang lebih kecil dan fleksibel, namun rentan akan stres berulang dan cedera ringan.

"Cedera ringan yang berulang ini lama-lama menyebabkan bantalan yang volumenya kecil menjadi mudah sekali cedera," imbuh Didik. Padahal, kata dia, tulang leher berperan penting sebagai penopang, pemberi postur tubuh, dan melindungi saraf.

Di samping itu, masalah pada leher ini juga bisa disebabkan oleh kebiasaan tidur dengan satu posisi terus menerus, tambah Didik.

Keluhan yang umumnya muncul adalah tulang leher di antaranya leher pegal, kaku leher, sakit leher lokal atau menjalar, leher bungkuk, gangguan keseimbangan, dan kelemahan anggota gerak.

"Kelemahan anggota gerak itu di tangan biasanya. Telapak tangan menjadi lemah, mengancing baju sulit, memegang pulpen sering jatuh, tulisan tangan yang dulunya rapi sekarang jadi berantakan, itu adalah gejala awal dari gangguan di leher yang mengakibatkan otot kita menjadi lemah," ujar Didik.

Baca juga: WFH Jadi Sering Lihat Layar Komputer? Hati-hati Serangan Computer Vision Syndrome

"Bila sudah berat bisa mengakibatkan gangguan keseimbangan. Misal berjalan seperti sempoyongan, mudah limbung, atau buang air menjadi terganggu," lanjut dia.

Didik juga mengatakan, ada tiga keluhan yang biasanya timbul di leher yaitu nyeri aksial, radikulopati cervical, dan mielopati cervical.

Nyeri leher aksial dirasakan di leher, belikat, atau punggung bagian atas. Radikulopati cervical merupakan nyeri yang menjalar dari leher ke pundak, telapak tangan, dan jari-jari. Sedangkan mielopati cervical dapat menyebabkan tangan terasa lemah.

(Sumber: Antaranews)

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)