Ada di Indonesia, Masjid Unik Ini Terinspirasi dari Al-Quran
Fajar adhitya
Jum'at, 23 Juli 2021 - 23:50 WIB
Masjid di Indonesia yang terinspirasi dari Al-Quran. (Foto: Archdaily)
Udara sejuk mengalir dari celah-celah dinding yang berbentuk seperti sarang lebah, menyapa tubuh jamaah yang sedang shalat di dalamnya. Marmer, dinding, pilar, hingga atap yang berwarna putih menguatkan kesan suci dan menambah kekhusyukan.
Masjid unik ini terletak di kompleks perumahan Puri Surya Jaya, Sidoarjo, Jawa Timur yang memiliki nama resmi Masjid Al Ikhlas. Namun masjid ini terkenal di masyarakat sebagai Masjid Sarang Lebah atau Masjid An-Nahl, karena sarang lebah menginspirasi sebagian besar elemen arsitektur masjid.
Sang arsitek, Andy Rahman terinspirasi Surat An Nahl ketika mendesain masjid ini. Tepatnya Surat An Nahl ayat 68: "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia."
Andy ingin masjid ini menjadi madu bagi lingkungan, tidak hanya manis secara fisik tetapi juga terasa manis dalam konteks yang lebih luas, keummatan.
Lubang pada dinding memungkinkan udara mengalir bebas dari dalam ke luar, sehingga ruangan di dalam masjid menjadi lebih sejuk. Dinding berlubang ini terbuat dari blok ventilasi, yang mendominasi tampilan masjid secara keseluruhan.
Di saat masjid-masjid lain berlomba-lomba menggunakan AC, Masjid Honeycomb ini tetap menganut paham bahwa masjid non-AC pun bisa nyaman bagi jamaah di dalamnya dengan mengaplikasikan dinding ala Nusantara.
Terakota dan sarang lebah (segi enam) menjadi dua jenis blok ventilasi yang digunakan di masjid ini, yang dibuat khusus oleh pengrajin lokal di Buduran, Sidoarjo. Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada perajin lokal untuk tetap bertahan dan bersaing di era global saat ini.
Masjid unik ini terletak di kompleks perumahan Puri Surya Jaya, Sidoarjo, Jawa Timur yang memiliki nama resmi Masjid Al Ikhlas. Namun masjid ini terkenal di masyarakat sebagai Masjid Sarang Lebah atau Masjid An-Nahl, karena sarang lebah menginspirasi sebagian besar elemen arsitektur masjid.
Sang arsitek, Andy Rahman terinspirasi Surat An Nahl ketika mendesain masjid ini. Tepatnya Surat An Nahl ayat 68: "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia."
Andy ingin masjid ini menjadi madu bagi lingkungan, tidak hanya manis secara fisik tetapi juga terasa manis dalam konteks yang lebih luas, keummatan.
Lubang pada dinding memungkinkan udara mengalir bebas dari dalam ke luar, sehingga ruangan di dalam masjid menjadi lebih sejuk. Dinding berlubang ini terbuat dari blok ventilasi, yang mendominasi tampilan masjid secara keseluruhan.
Di saat masjid-masjid lain berlomba-lomba menggunakan AC, Masjid Honeycomb ini tetap menganut paham bahwa masjid non-AC pun bisa nyaman bagi jamaah di dalamnya dengan mengaplikasikan dinding ala Nusantara.
Terakota dan sarang lebah (segi enam) menjadi dua jenis blok ventilasi yang digunakan di masjid ini, yang dibuat khusus oleh pengrajin lokal di Buduran, Sidoarjo. Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada perajin lokal untuk tetap bertahan dan bersaing di era global saat ini.