Jaga Momentum Ekspor, Kemendag Gelar Good Design Indonesia
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 22 Januari 2022 - 22:05 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi. (Foto: ANTARA/HO-Biro Humas Kementerian Perdagangan)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI kembali menggelar ajang Good Design Indonesia (GDI) ke-6 sejak 20 Januari hingga akhir Maret 2022. Ajang ini untuk menjaga momentum peningkatan ekspor nonmigas ke pasar global.
Menurut Mendag M. Lutfi, GDI 2022 menjadi salah satu program unggulan bagi pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, GDI juga menjadi langkah konkrit pemerintah mendorong perluasan pasar ekspor bagi produk-produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di sektor nonkomoditas.
Baca juga:Kemendag Buka Hotline Pantau Implementasi Minyak Goreng Satu Harga
"GDI menjadi ajang promosi dan apresiasi bagi produk dan jasa, baik manufaktur maupun nonmanufaktur yang dikemas dengan konsep desain yang baik. Selain itu, produk-produk tersebut juga nantinya bisa diproduksi secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, sehingga menghasilkan produk bernilai tambah dan dapat dipasarkan di pasar global," kata Mendag Lutfi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (22/1).
Dalam ajang GDI, lanjut Mendag, ada 17 kategori produk yang ditampilkan. Mulai dari accessories and wearable, personal care, stationery and hobby, household goods, home appliances (audio, video and ICT), equipmentand facilities for manufacturing and medical, housing fixtures, furniture/equipment and facilities for office and public, mobility, housing(detached house and small sized housing complex), housing (medium to large sized housing complex & co-housing), construction (industry and commercial facility), public facility, civil structure and landscape, media and contents, system and service, dan initiative and activity for regional.
"Kementerian Perdagangan menargetkan tercapainya peningkatan ekspor nonmigas yang berkelanjutan. Capaian kinerja ekspor Indonesia pada 2021 senilai USD 231,54 miliar yang telah memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah merupakan momentum pertumbuhan ekspor yang perlu dijaga," ujar Mendag.
Baca juga:Indonesia Kejar Target Peringkat Pertama Ekonomi Islam Dunia
Menurut Mendag M. Lutfi, GDI 2022 menjadi salah satu program unggulan bagi pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, GDI juga menjadi langkah konkrit pemerintah mendorong perluasan pasar ekspor bagi produk-produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi di sektor nonkomoditas.
Baca juga:Kemendag Buka Hotline Pantau Implementasi Minyak Goreng Satu Harga
"GDI menjadi ajang promosi dan apresiasi bagi produk dan jasa, baik manufaktur maupun nonmanufaktur yang dikemas dengan konsep desain yang baik. Selain itu, produk-produk tersebut juga nantinya bisa diproduksi secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi, sehingga menghasilkan produk bernilai tambah dan dapat dipasarkan di pasar global," kata Mendag Lutfi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (22/1).
Dalam ajang GDI, lanjut Mendag, ada 17 kategori produk yang ditampilkan. Mulai dari accessories and wearable, personal care, stationery and hobby, household goods, home appliances (audio, video and ICT), equipmentand facilities for manufacturing and medical, housing fixtures, furniture/equipment and facilities for office and public, mobility, housing(detached house and small sized housing complex), housing (medium to large sized housing complex & co-housing), construction (industry and commercial facility), public facility, civil structure and landscape, media and contents, system and service, dan initiative and activity for regional.
"Kementerian Perdagangan menargetkan tercapainya peningkatan ekspor nonmigas yang berkelanjutan. Capaian kinerja ekspor Indonesia pada 2021 senilai USD 231,54 miliar yang telah memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah merupakan momentum pertumbuhan ekspor yang perlu dijaga," ujar Mendag.
Baca juga:Indonesia Kejar Target Peringkat Pertama Ekonomi Islam Dunia