Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 29 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Indonesia Kejar Target Peringkat Pertama Ekonomi Islam Dunia

mahmuda attar hussein Kamis, 09 Desember 2021 - 18:05 WIB
Indonesia Kejar Target Peringkat Pertama  Ekonomi Islam Dunia
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Foto: instagram mendaglutfi
Langit7, Jakarta - Dengan populasi penduduk yang merupakan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia disebut memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi Islam.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, dari 7 miliar populasi penduduk dunia, 1,28 miliar di antaranya merupakan penduduk yang berada di negara Islam.

Baca juga: Indonesia Targetkan Jadi Pusat Industri Halal dan Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Dengan 53 persennya anak muda di bawah 30 tahun. Di mana mereka membuat pasar ekonomi Islam menjadi yang paling dinamis.

"Oleh sebab itu, sudah saat Indonesia mempelajari dan membuat strategi nasional untuk memenetrasi indikator ekonomi Islam," jelasnya di Focus Group Discussion: Produk Halal Dalam Marketplace Global, Kamis (9/12).

Selama ini, lanjut Lutfi, yang paling sering dipikirkan adalah memenuhi kebutuhan supply. Tapi sayangnya, jarang yang memperhatikan terkait demand dari ekonomi Islam.

"Padahal itu bisa menjadi kekuatan luar biasa untuk kita memasarkan barang Indonesia," ujarnya.

Dilihat dari Global Islamic Economic Indicator, skor Indonesia berada di posisi ke-3. Di mana produk makanan dan minuman halal berada di posisi ke-4 dan keuangan Islam berada di peringkat ke-6.

Baca juga: Kemendag Kenalkan Indonesia sebagai Pusat Fesyen Muslim Dunia Lewat JMFW 2021

Ia menjelaskan, walaupun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar, tapi peringkat itu menunjukkan masih ada beberapa kendala yang dihadapi.

"Salah satu bentuk dukungan yang telah kita berikan, yakni dengan kemudahan dalam urusan sertifikasi halal guna mendukung produk makanan dan minuman halal," jelasnya.

Sementara untuk keuangan Islam, lanjut dia, masih memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya kurang adaptable dengan sistem keuangan, terutama dalam hal mudharabah dan murabahah.

"Di mana sistem pajaknya itu kurang bersahabat dengan kegiatan tersebut. Sehingga masih perlu perbaikan secara struktur," jelasnya.

Baca juga: Expo 2020 Dubai, Peluang Pasar Ekspor UKM Indonesia

Selanjutnya, untuk muslim travel friendly indicator, Indonesia juga masih berada diposisi ke-6. Menurutnya, indikator itu masih perlu dipelajari guna mendongkrak posisi Indonesia berada di puncak peringkat.

Sementara dalam fesyen muslim, Lutfi mengatakan, dari USD11 miliar nilai ekspor dalam industri garmen, Indonesia hanya menjual sekitar USD500 juta dalam fesyen muslim.

"Begitu juga dengan farmasi dan kosmetik halal, di mana Indonesia masih kalah dengan Singapura. Untuk itu diperlukan pembahasan lebih lanjut dalam hal ini," jelasnya.

Lutfi menambahkan, industri Islam tidak hanya bicara soal keagamaan, tapi juga komersial.

"Artinya, dalam hal komersial tidak mengenal sebuah keyakinan, entah Islam atau bukan, tapi soal besarnya peluang pasar," tambahnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 29 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)