Al-Azhar Kairo: Didirikan Dinasti Fatimiyah, Kini Jadi Duta Ahlussunnah
Muhajirin
Senin, 24 Januari 2022 - 06:55 WIB
Salah satu sisi bangunan Universitas Al Azhar (foto: langit7.id/istock)
Universitas Al-Azhar menjadi salah satu perguruan tinggi Islam yang berada di Kairo, Mesir. Kampus yang termasuk pusat intelektual tertua di dunia itu didirikan oleh Dinasti Fatimiyah (909-1171 M).
Al-Azhar berawal dari sebuah masjid yang dibangun pada 970-972 M. Nama Al-Azhar merujuk pada nama putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az-Zahra.
Mengutip laman Muslim Heritage, Al-Azhar pada mulanya merupakan universitas kecil yang bertujuan menyebarkan ajaran Syiah di Mesir. Namun, keberadaan Al-Azhar tidak begitu penting, karena mayoritas umat Islam fokus di Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam.
Di Baghdad, banyak ulama-ulama terkenal yang hingga kini menjadi rujukan seperti Abu Hamid Al-Ghazali, Abu Ishaq Al-Isfara'ini, Al-Juwayni, hingga Abu Bakr Al-Baqillani, Bagi sebagian umat Islam, Al-Azhar tidak begitu penting karena tak sekuat sekolah-sekolah Islam di Baghdad.
Selain itu, Fatimiyah dianggap sebagai dinasti Syi'ah, sebuah sekte sesat yang menyerupai ajaran Islam. Pandangan ini dikeluarkan oleh ulama-ulama Baghdad mengenai keberadaan Fatimiyah.
Ulama-ulama Sunni mendeklarasikan kesesatan Dinasti Fatimiyah yang diprakarsai Abu Ishaq. Deklarasi itu membuat Al-Azhar tidak bisa berkembang selama masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah.
Saat Khalifah Salahuddin Al-Ayyubi merebut kekuasaan Dinasti Fatimiyah pada 1171 M, kegiatan belajar-mengajar di Masjid Al-Azhar sempat terhenti sementara. Lalu, pada masa pemerintahan Dinasti Mamluk, 1260 M, Al-Azhar difungsikan kembali sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Al-Azhar berawal dari sebuah masjid yang dibangun pada 970-972 M. Nama Al-Azhar merujuk pada nama putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az-Zahra.
Mengutip laman Muslim Heritage, Al-Azhar pada mulanya merupakan universitas kecil yang bertujuan menyebarkan ajaran Syiah di Mesir. Namun, keberadaan Al-Azhar tidak begitu penting, karena mayoritas umat Islam fokus di Baghdad sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam.
Di Baghdad, banyak ulama-ulama terkenal yang hingga kini menjadi rujukan seperti Abu Hamid Al-Ghazali, Abu Ishaq Al-Isfara'ini, Al-Juwayni, hingga Abu Bakr Al-Baqillani, Bagi sebagian umat Islam, Al-Azhar tidak begitu penting karena tak sekuat sekolah-sekolah Islam di Baghdad.
Selain itu, Fatimiyah dianggap sebagai dinasti Syi'ah, sebuah sekte sesat yang menyerupai ajaran Islam. Pandangan ini dikeluarkan oleh ulama-ulama Baghdad mengenai keberadaan Fatimiyah.
Ulama-ulama Sunni mendeklarasikan kesesatan Dinasti Fatimiyah yang diprakarsai Abu Ishaq. Deklarasi itu membuat Al-Azhar tidak bisa berkembang selama masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah.
Saat Khalifah Salahuddin Al-Ayyubi merebut kekuasaan Dinasti Fatimiyah pada 1171 M, kegiatan belajar-mengajar di Masjid Al-Azhar sempat terhenti sementara. Lalu, pada masa pemerintahan Dinasti Mamluk, 1260 M, Al-Azhar difungsikan kembali sebagai pusat ilmu pengetahuan.