Mengenal Metaverse, Dunia Virtual yang Gencar Dikembangkan Bos Facebook
Mahmuda attar hussein
Senin, 24 Januari 2022 - 10:30 WIB
Ilustrasi metaverse. Foto: Langit7/Istock
Metaverse menjadi ramai diperbincangkan setelah CEO Facebook mulai mengganti nama induk perusahaannya menjadi Meta Platform Inc. (Meta).
Diketahui, Mark menggelontorkan dana sebesar Rp140 triliun untuk membangun metaverse.
Metaverse disebutkan bakal mengubah cara manusia untuk bersosialisasi, bekerja, dan menjalankan bisnis. Lantas apa sih sebenarnya metaverse itu?
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho menjelaskan, metaverse untuk sekarang ini sebetulnya belum ada. Hal ini baru tersedia di dalam imajinasi para pengusaha besar yang visioner, seperti Bos Facebook, Mark Zuckerberg.
"Jika nanti (metaverse) benar-benar terwujud akan berpotensi mengubah cara kita menjalani hidup bersosialisasi, bekerja, dan berbisnis," jelas dia dikanal YouTube-nya Dr. Indrawan Nugroho.
Baca juga: Metaverse Bakal Untungkan Industri Perbankan, Benarkah?
Bahkan, lanjut dia, metaverse juga akan mempengaruhi cara kerja kapitalisme. Sementara bagi perusahaan, metaverse berpeluang membuka kemungkinan tanpa batas untuk mendapatkan beragam keuntungan dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan.
Diketahui, Mark menggelontorkan dana sebesar Rp140 triliun untuk membangun metaverse.
Metaverse disebutkan bakal mengubah cara manusia untuk bersosialisasi, bekerja, dan menjalankan bisnis. Lantas apa sih sebenarnya metaverse itu?
CEO Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho menjelaskan, metaverse untuk sekarang ini sebetulnya belum ada. Hal ini baru tersedia di dalam imajinasi para pengusaha besar yang visioner, seperti Bos Facebook, Mark Zuckerberg.
"Jika nanti (metaverse) benar-benar terwujud akan berpotensi mengubah cara kita menjalani hidup bersosialisasi, bekerja, dan berbisnis," jelas dia dikanal YouTube-nya Dr. Indrawan Nugroho.
Baca juga: Metaverse Bakal Untungkan Industri Perbankan, Benarkah?
Bahkan, lanjut dia, metaverse juga akan mempengaruhi cara kerja kapitalisme. Sementara bagi perusahaan, metaverse berpeluang membuka kemungkinan tanpa batas untuk mendapatkan beragam keuntungan dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan.