Ulama Mauritania: Menuntut Ilmu Harus Ikhlas, Bukan untuk Ijazah
Muhajirin
Senin, 24 Januari 2022 - 12:28 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ketua Markaz Takwinil Ulama Mauritania, Syaikh Muhammad Al-Hasan Walad Ad-Dadau Asy-Syinqithi, mengingatkan para penuntut ilmu agar ikhlas hanya kepada Allah Ta'ala. Sebuah kesalahan besar jika niat menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ijazah semata.
"Menuntut Ilmu itu mengharapkan ridha Allah. Seseorang haruslah ikhlas di dalamnya, hanya kepada Allah, dan dengannya jangan menuntut dunia, jangan mengharap agar dipandang sebagai ulama, jangan mendebat orang bodoh, jangan mengharap agar mendapatkan ijazah, pekerjaan, maupun harta," kata Syaikh Hasan, dikutip @manhaj.ahlussunnah, Senin (24/1/2022).
Jikapun mendapatkan gelar ataupun pekerjaan berkat ilmu yang dituntut, itu hanya bonus dari Allah Ta'ala. Allah berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ ۗمَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
"Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." (QS. Al-Qashash)
Secara spesifik, Syaikh Hasan mengingatkan para penuntut ilmu agar tidak belajar hanya karena ada ujian maupun mengejar ijazah. Penuntut ilmu tak boleh bersungguh-sungguh belajar saat memasuki masa-masa ujian.
"Akan tetapi, dari awal tahun (pembelajaran) bersungguh-sungguh berusaha memahami ilmu yang dipelajari, menghafalnya, dan berusaha keras, juga dengan mengamalkannya. Sebab, ilmu harus dibarengi dengan amal," ucapnya.
"Menuntut Ilmu itu mengharapkan ridha Allah. Seseorang haruslah ikhlas di dalamnya, hanya kepada Allah, dan dengannya jangan menuntut dunia, jangan mengharap agar dipandang sebagai ulama, jangan mendebat orang bodoh, jangan mengharap agar mendapatkan ijazah, pekerjaan, maupun harta," kata Syaikh Hasan, dikutip @manhaj.ahlussunnah, Senin (24/1/2022).
Jikapun mendapatkan gelar ataupun pekerjaan berkat ilmu yang dituntut, itu hanya bonus dari Allah Ta'ala. Allah berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ ۗمَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
"Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." (QS. Al-Qashash)
Secara spesifik, Syaikh Hasan mengingatkan para penuntut ilmu agar tidak belajar hanya karena ada ujian maupun mengejar ijazah. Penuntut ilmu tak boleh bersungguh-sungguh belajar saat memasuki masa-masa ujian.
"Akan tetapi, dari awal tahun (pembelajaran) bersungguh-sungguh berusaha memahami ilmu yang dipelajari, menghafalnya, dan berusaha keras, juga dengan mengamalkannya. Sebab, ilmu harus dibarengi dengan amal," ucapnya.