Pemerintah Lanjutkan PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Level 2
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 24 Januari 2022 - 19:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)
Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai evaluasi PPKM secara virtual, Senin (24/1).
Luhut menjelaskan dalam periode ini, wilayah aglomerasi Jabodetabek menerapkan PPKM Level 2. "Pemerintah secara konsisten memperlakukan DKI Jakarta sebagai salah satu kesatuan aglomerasi Jabodetabek. Secara aglomerasi Jabodetabek saat ini masih pada Level 2," kata Luhut.
Baca juga:Dua Pasien Omicron Meninggal, DPR Desak Pemerintah Percepat Vaksinasi
Menko Marves mengungkapkan hingga saat ini terdapat kenaikan kasus konfirmasi harian Omicron di wilayah Jawa-Bali dalam tujuh hari terakhir. Peningkatan diidentifikasi bersumber dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Luhut menjelaskan bahwa kasus konfirmasi Omicron tidak lagi imported case, melainkan didominasi oleh transmisi lokal. Sedangkan kasus yang disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. "Dari sini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya," ungkapnya.
Meningkatnya penyebaran varian Omicron juga membuat tren positivity rate mengalami peningkatan, terutama melalui tes PCR. Meskipun secara keseluruhan PCR dan antigen positivity rate di bawah 5 persen, lanjut Luhut, positivity rate PCR terus meningkat mencapai hampir 9 persen.
Baca juga:Antisipasi Lonjakan Omicron, Kemenkes Siagakan 80.000 Tempat Tidur di RS
Luhut menjelaskan dalam periode ini, wilayah aglomerasi Jabodetabek menerapkan PPKM Level 2. "Pemerintah secara konsisten memperlakukan DKI Jakarta sebagai salah satu kesatuan aglomerasi Jabodetabek. Secara aglomerasi Jabodetabek saat ini masih pada Level 2," kata Luhut.
Baca juga:Dua Pasien Omicron Meninggal, DPR Desak Pemerintah Percepat Vaksinasi
Menko Marves mengungkapkan hingga saat ini terdapat kenaikan kasus konfirmasi harian Omicron di wilayah Jawa-Bali dalam tujuh hari terakhir. Peningkatan diidentifikasi bersumber dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Luhut menjelaskan bahwa kasus konfirmasi Omicron tidak lagi imported case, melainkan didominasi oleh transmisi lokal. Sedangkan kasus yang disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. "Dari sini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu sebelumnya," ungkapnya.
Meningkatnya penyebaran varian Omicron juga membuat tren positivity rate mengalami peningkatan, terutama melalui tes PCR. Meskipun secara keseluruhan PCR dan antigen positivity rate di bawah 5 persen, lanjut Luhut, positivity rate PCR terus meningkat mencapai hampir 9 persen.
Baca juga:Antisipasi Lonjakan Omicron, Kemenkes Siagakan 80.000 Tempat Tidur di RS