home edukasi & pesantren

Omicron Kian Mengancam, IDEAS: Revisi Kebijakan PTM 100%

Selasa, 25 Januari 2022 - 14:00 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) mendorong pemerintah untuk segera mereformasi kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, demi melindungi peserta didik dari ancaman varian Omicron sekaligus sebagai upaya mitigasi gelombang ke-3.

Sejak awal kebijakan diluncurkan, IDEAS sudah memprediksi bahwa pelaksanaan PTM 100 Persen akan menjadi eksperimen yang beresiko tinggi. Kini, di tengah lonjakan kasus Covid-19 dan penularan Omicron yang semakin meluas, terus memaksakan PTM 100% di semua jenjang pendidikan adalah sebuah kebebalan kebijakan.

"Membuka kembali sekolah adalah keharusan dan tidak terhindarkan di banyak wilayah dengan keterbatasan kemampuan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Namun dengan merebaknya klaster sekolah seiring PTM terbatas, semakin tingginya mobilitas masyarakat seiring pelonggaran aktivitas sosial-ekonomi, dan ancaman varian Omicron, terus memaksakan kebijakan PTM 100 persen adalah eksperimen yang sangat beresiko bagi peserta didik,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/01/2022).

Berbagai studi menghasilkan konsensus terjadinya penurunan kualitas pendidikan Indonesia secara signifikan dibawah BDR (Belajar Dari Rumah) yang diterapkan sejak awal pandemi.

Pelaksanaan BDR yang cenderung tidak efektif dan ketimpangan kemampuan PJJ daring yang lebar antar sekolah dan peserta didik, telah menciptakan learning loss (hilangnya pengalaman dan capaian belajar) dan juga learning poverty (hilangnya kemampuan belajar) pada peserta didik, dengan dampak negatif terbesar dialami oleh peserta didik dari kelompok sosial-ekonomi terbawah.

“Namun, dengan pandemi masih bersama kita dan ancaman serangan Omicron yang semakin nyata, alih-alih terburu-buru mengejar PTM 100 persen, memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan PTM terbatas serta menyiapkan desain BDR yang lebih nyaman, menyenangkan, dan terjangkau, jauh lebih prioritas dan mendesak,” ujar Yusuf.

BDR merupakan substitusi yang jauh dari sepadan dengan PTM. Dalam pelaksanaan BDR selama pandemi, guru banyak menggantungkan diri pada PJJ daring.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ideas dompet dhuafa lembaga pendidikan omicron di indonesia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya