Kehebatan Al-Qur'an, Bisa Dipahami Sederhana dan Penuh Filosofi
Muhajirin
Kamis, 27 Januari 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Mufassir Quraish Shihab menyebut, ada tiga hal pokok jika seseorang membicarakan kandungan Al-Qur'an. Ketiganya ialah kandungan tujuan Al-Qur'an diturunkan, cara mencapai tujuan, dan bukti kebenaran kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu.
Tujuan Al-Qur'an diturunkan sudah masyhur dalam pembahasan, misalnya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Lalu, cara Qur'an menyampaikan cara-cara agar manusia sampai ke tujuan ada empat langkah.
Pertama, memperhatikan alam raya. Ada banyak Al-Qur'an yang meminta manusia untuk bertadabbur, bertafakur, dan memikirkan ciptaan Allah di alam semesta. Tujuan utama pola tadabbur ini adalah agar manusia bisa mengenal Allah Ta'ala.
Kedua, berbicara tentang manusia. Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri, seperti dalam Surah Al-Qiyamah ayat 37-38. Dalam ayat itu disebutkan bahwa manusia tercipta dari setetes nutfah. Artinya, manusia itu lemah.
"Perenungan ini penting agar kita sadar bahwa kita ini makhluk lemah yang membutuhkan pegangan. Pegangan kita adalah Allah," kata Quraish Shihab, dikutip kanal YouTube Quraish Shihab, Kamis (27/1/2022).
Ketiga, Al-Qur'an membawa kisah. Ada banyak kisah dalam Al-Qur'an, baik kisah masyarakat maupun kisah perorangan. Ada sejarah Nabi Ibrahim, Musa, Isa, Firaun, hingga Qarun. Kisah itu untuk pelajaran. jika mengandung kebaikan, maka manusia diminta untuk mengikuti, jika tidak, maka harus ditinggalkan.
Keempat, Al-Qur'an memberi janji dan ancaman. Qur'an menjanjikan ketenangan batin bagi orang yang taat kepada Allah dan mendapatkan surga di akhirat kelak. Sebaliknya, orang durhaka akan gelisah dan diancam neraka.
Tujuan Al-Qur'an diturunkan sudah masyhur dalam pembahasan, misalnya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Lalu, cara Qur'an menyampaikan cara-cara agar manusia sampai ke tujuan ada empat langkah.
Pertama, memperhatikan alam raya. Ada banyak Al-Qur'an yang meminta manusia untuk bertadabbur, bertafakur, dan memikirkan ciptaan Allah di alam semesta. Tujuan utama pola tadabbur ini adalah agar manusia bisa mengenal Allah Ta'ala.
Kedua, berbicara tentang manusia. Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri, seperti dalam Surah Al-Qiyamah ayat 37-38. Dalam ayat itu disebutkan bahwa manusia tercipta dari setetes nutfah. Artinya, manusia itu lemah.
"Perenungan ini penting agar kita sadar bahwa kita ini makhluk lemah yang membutuhkan pegangan. Pegangan kita adalah Allah," kata Quraish Shihab, dikutip kanal YouTube Quraish Shihab, Kamis (27/1/2022).
Ketiga, Al-Qur'an membawa kisah. Ada banyak kisah dalam Al-Qur'an, baik kisah masyarakat maupun kisah perorangan. Ada sejarah Nabi Ibrahim, Musa, Isa, Firaun, hingga Qarun. Kisah itu untuk pelajaran. jika mengandung kebaikan, maka manusia diminta untuk mengikuti, jika tidak, maka harus ditinggalkan.
Keempat, Al-Qur'an memberi janji dan ancaman. Qur'an menjanjikan ketenangan batin bagi orang yang taat kepada Allah dan mendapatkan surga di akhirat kelak. Sebaliknya, orang durhaka akan gelisah dan diancam neraka.