Kemenag Imbau Khatib Jumat Sebarkan Ceramah Moderasi Beragama
Fajar adhitya
Kamis, 27 Januari 2022 - 23:55 WIB
Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin. Foto: Istimewa.
Khatib Jumat disebut memiliki otoritas menyebarkan konsep moderasi beragama pada materi khutbahnya. Sebab, dakwah pada dasarnya memang perlu merujuk Al-Qur'an dan Sunnah
“Dakwah itu perlu diberikan rambu-rambu agar sesuai ajaranAl-Qur'an dan Sunnah. Jadi di sinilah pentingnya peran khatib dalam menyampaikan konsep moderasi beragama kepada jamaah shalat Jumat,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Bimas Islam Kemenag RI, Syamsul Bahri, dikutip pernyataan media, Kamis (27/1/2022).
Syamsul mendorong para khatib Jumat memberikan ceramah yang dapat menguatkan persaudaraan berbangsa dan beragama.
Menghindari pemikiran dan perilaku yang mencederai persaudaraan dalam beragama, berbangsa, dan kemanusiaan.
Baca Juga:Sekjen Kemenang Beberkan 3 Tantangan Moderasi Beragama
Khatib Jumat juga sangat efektif dalam meredam hoaks, ujaran kebencian, dan adu domba antar sesama elemen bangsa. Karenanya, materi khutbah Jumat harus benar-benar memberi pencerahan dan tidak menimbulkan kebencian kepada kelompok lain.
“Khatib harus mengajak kepada kemasalahatan umat, menghargai kelompok lain, serta tidak menjelek-jelekan paham atau agama lain,” ujarnya.
“Dakwah itu perlu diberikan rambu-rambu agar sesuai ajaranAl-Qur'an dan Sunnah. Jadi di sinilah pentingnya peran khatib dalam menyampaikan konsep moderasi beragama kepada jamaah shalat Jumat,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Bimas Islam Kemenag RI, Syamsul Bahri, dikutip pernyataan media, Kamis (27/1/2022).
Syamsul mendorong para khatib Jumat memberikan ceramah yang dapat menguatkan persaudaraan berbangsa dan beragama.
Menghindari pemikiran dan perilaku yang mencederai persaudaraan dalam beragama, berbangsa, dan kemanusiaan.
Baca Juga:Sekjen Kemenang Beberkan 3 Tantangan Moderasi Beragama
Khatib Jumat juga sangat efektif dalam meredam hoaks, ujaran kebencian, dan adu domba antar sesama elemen bangsa. Karenanya, materi khutbah Jumat harus benar-benar memberi pencerahan dan tidak menimbulkan kebencian kepada kelompok lain.
“Khatib harus mengajak kepada kemasalahatan umat, menghargai kelompok lain, serta tidak menjelek-jelekan paham atau agama lain,” ujarnya.