Fatimah Al-Fihri, Muslimah Pendiri Universitas Pertama di Dunia
Muhajirin
Sabtu, 29 Januari 2022 - 13:00 WIB
Lukisan Fatimah al-Fihri (foto: istimewa)
Fatimah Al-Fihri merupakan muslimah yang mendirikan universitas pertama di dunia, al-Qarawiyyin. Ia merupakan putri saudagar kaya bernama Muhammad al-Fihri dari Qayrawan (sekarang Kairouan, Tunisia).
Wanita kelahiran 800 itu bernama lengkap Fatimah Muhammad al-Fihri, sering dijuluki Umm Al-Banine, yang berarti ibu dari anak-anak Fes. Meski berasal dari keluarga kaya dan bangsawan, mereka memiliki kepedulian dan kepekaan sosial tinggi. Ia dikenal gemar berderma.
Fatimah al-Fihri mempunyai saudari bernama Maryam. Kakak-beradik ini memperoleh pendidikan mumpuni. Keduanya tumbuh dalam lingkungan cinta ilmu, baik ilmu-ilmu keagamaan maupun atau sains, khususnya arsitektur dan bangunan.
Pada masa Raja Idris II, awal abad ke-9, keluarga Fatimah hijrah dar Qayrawan ke Kota Fes di Maroko. Fes kala itu terkenal sebagai ibu kota metropolitan, dengan penduduk muslim non-Arab.
Kota Fes saat itu sangat maju dan menjadi salah satu kota terkuat yang dimiliki umat Islam. Kota itu memadukan antara agama dan budaya, baik tradisional maupun kosmopolitan.
Saat ini, Fes adalah salah satu tujuan wisata paling menarik di dunia. Kota tua Fes, "Fes al-Bali," sangat menakjubkan. Menyerupai labirin ribuan jalan sempit yang saling bersilangan.
Gerbang rumah yang berwarna-warni dan dirancang dengan elegan. Ada 14 gerbang benteng di Madinah tua termasuk Gerbang Biru yang terkenal. Transportasi tradisional sudah cukup untuk memikat siapa pun.
Wanita kelahiran 800 itu bernama lengkap Fatimah Muhammad al-Fihri, sering dijuluki Umm Al-Banine, yang berarti ibu dari anak-anak Fes. Meski berasal dari keluarga kaya dan bangsawan, mereka memiliki kepedulian dan kepekaan sosial tinggi. Ia dikenal gemar berderma.
Fatimah al-Fihri mempunyai saudari bernama Maryam. Kakak-beradik ini memperoleh pendidikan mumpuni. Keduanya tumbuh dalam lingkungan cinta ilmu, baik ilmu-ilmu keagamaan maupun atau sains, khususnya arsitektur dan bangunan.
Pada masa Raja Idris II, awal abad ke-9, keluarga Fatimah hijrah dar Qayrawan ke Kota Fes di Maroko. Fes kala itu terkenal sebagai ibu kota metropolitan, dengan penduduk muslim non-Arab.
Kota Fes saat itu sangat maju dan menjadi salah satu kota terkuat yang dimiliki umat Islam. Kota itu memadukan antara agama dan budaya, baik tradisional maupun kosmopolitan.
Saat ini, Fes adalah salah satu tujuan wisata paling menarik di dunia. Kota tua Fes, "Fes al-Bali," sangat menakjubkan. Menyerupai labirin ribuan jalan sempit yang saling bersilangan.
Gerbang rumah yang berwarna-warni dan dirancang dengan elegan. Ada 14 gerbang benteng di Madinah tua termasuk Gerbang Biru yang terkenal. Transportasi tradisional sudah cukup untuk memikat siapa pun.