LANGIT7.ID, Jakarta - Fatimah Al-Fihri merupakan muslimah yang mendirikan universitas pertama di dunia, al-Qarawiyyin. Ia merupakan putri saudagar kaya bernama Muhammad al-Fihri dari Qayrawan (sekarang Kairouan, Tunisia).
Wanita kelahiran 800 itu bernama lengkap Fatimah Muhammad al-Fihri, sering dijuluki Umm Al-Banine, yang berarti ibu dari anak-anak Fes. Meski berasal dari keluarga kaya dan bangsawan, mereka memiliki kepedulian dan kepekaan sosial tinggi. Ia dikenal gemar berderma.
Fatimah al-Fihri mempunyai saudari bernama Maryam. Kakak-beradik ini memperoleh pendidikan mumpuni. Keduanya tumbuh dalam lingkungan cinta ilmu, baik ilmu-ilmu keagamaan maupun atau sains, khususnya arsitektur dan bangunan.
Pada masa Raja Idris II, awal abad ke-9, keluarga Fatimah hijrah dar Qayrawan ke Kota Fes di Maroko. Fes kala itu terkenal sebagai ibu kota metropolitan, dengan penduduk muslim non-Arab.
Kota Fes saat itu sangat maju dan menjadi salah satu kota terkuat yang dimiliki umat Islam. Kota itu memadukan antara agama dan budaya, baik tradisional maupun kosmopolitan.
Saat ini, Fes adalah salah satu tujuan wisata paling menarik di dunia. Kota tua Fes, "Fes al-Bali," sangat menakjubkan. Menyerupai labirin ribuan jalan sempit yang saling bersilangan.
Gerbang rumah yang berwarna-warni dan dirancang dengan elegan. Ada 14 gerbang benteng di Madinah tua termasuk Gerbang Biru yang terkenal. Transportasi tradisional sudah cukup untuk memikat siapa pun.
Namun, jantung Fes berdetak di al-Qarawiyyin, mengacu pada universitas pertama di dunia yang didirikan Fatima al-Fihri itu.
Setelah kematian suami, ayah, dan saudara laki-lakinya dalam waktu berdekatan, Fatima dan Maryam menerima warisan besar yang menjamin kemandirian finansial mereka.
Setelah mengamati masjid-masjid lokal di Fes tidak dapat menampung pertumbuhan populasi muslim, Maryam membangun Masjid Andalusia yang menakjubkan pada 859 M.
Sementara, pembangunan Masjid al-Qarawiyyin dimulai pada Ramadhan 245H/859 M. Fatimah turut serta mengontrol dan mengarahkan semua hal yang berhubungan dengan pembangunan masjid tersebut. Mulai dari pemilihan lokasi strategis hingga terkait arsitektur bangunan.
Seluruh biaya pembangunan berasal dari kanton pribadi Fatimah. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 861 M, masjid megah Al-Qarawiyyin dapat berdiri tegak dan mulai beroperasi.
Di masjid itu dilangsungkan sistem pendidikan formal setingkat universitas. Masjid ini cikal bakal berdirinya Universitas al-Karaoine (al-Qarawiyyin) di Fes, Maroko. Fatima disebut berpuasa dan berdoa setiap hari, dimulai dari hari pertama pembangunan hingga masjid dan universitas selesai.
Lahirkan Ulama BesarUniversitas al-Qarawiyyin juga dikenal dengan lulusannya yang terkenal, termasuk Abul-Abbas dan ahli hukum Muhammad al-Fasi, yang merupakan pemikir Muslim terkemuka pada masanya.
Nama-nama terkemuka lainnya yang terkait dengan lembaga tersebut meliputi: filsuf dan ahli hukum Islam Ibn al-Arabi, sejarawan dan pendiri sosiologi Ibn Khaldun, ahli geografi terkenal Muhammad al-Idrisi, dan astronom Nur ad-Din al-Bitruji (Alpetragius).
Pada awalnya, universitas ini hanya mengajarkan Qur'an dan fiqh. Lalu, kurikulumnya diperluas mencakup matematika, linguistik Arab, kedokteran, astronomi, kimia, sejarah dan geografi. Kursus-kursus ini tidak hanya untuk pemuda Muslim. Mahasiswa Kristen dan Yahudi juga diterima.
Selain itu, lembaga pendidikan itu gratis karena Fatima mensponsori seluruh institut. Leo Africanus, penulis dan pengelana terkenal, Maimonides, rabi dan filsuf Yahudi, dan Paus Sylvester II termasuk di antara lulusan Al-Qarawiyyin.
Universitas al-Qarawiyyin masih aktif sampai sekarang, dan membawa nama harum dan kedermawanan Fatimah al-Fihri.
(jqf)