Program Bersama NU dan BTN, Dorong Wirausaha Santri dan Pesantren
Muhajirin
Senin, 31 Januari 2022 - 08:00 WIB
Opening Ceremony di Pondok Pesantren KHAS, Cirebon (foto: Biro Humas Kemenag)
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi berharap program Santri Developer Kebangsaan bisa melahirkan Santri Bagus Pintar dan Wirausahawan, yang dapat disingkat secara unik menjadi "Santri Gus Iwan".
Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan sambutan pada Opening Ceremony, BTN Santri Developer Kebangsaan Batch 2, di Pesantren KHAS Cirebon, sebagaimana dikutip Infopublik dari lansiran Kemenag, Sabtu (29/1/2022). Program tersebut digagas Nahdlatul Ulama (NU) Circle bersama Bank Tabungan Negara (BTN).
"Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin sering menyampaikan bahwa pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaaan ekonomi Indonesia selain pusat pencetak ulama," ujarnya.
Wamenag menjelaskan, bahwa program BTN Santri Developer Kebangsaan merupakan program santripreneur yang akan mendorong santri dan pesantren berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat. Jika terwujud, pesantren akan turut meningkatkan indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.
"Tidak dapat dimungkiri, di berbagai bidang, banyak keterlibatan kaum santri dalam membangun bangsa," kata Wamenag. Dijelaskan Wamenag, peran santri sangat besar semenjak pergerakan memperjuangkan merebut kemerdekaan, pembangunan, dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kaum Pesantren memiliki keinginan kuat menanamkan konsep untuk membangun bangsa. Santri siap mendedikasikan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Di mana terlihat, banyak santri memposisikan diri di berbagai bidang, kali ini membangun dalam bidang properti," jelas Wamenag.
Bahkan, lanjut Wamenag, seiring perkembangan zaman, kaum santri patut bersyukur dengan adanya UU Pesantren. Sebagai afirmasi bagi pesantren, guna memperkuat santri dalam pembangunan nasional.
Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan sambutan pada Opening Ceremony, BTN Santri Developer Kebangsaan Batch 2, di Pesantren KHAS Cirebon, sebagaimana dikutip Infopublik dari lansiran Kemenag, Sabtu (29/1/2022). Program tersebut digagas Nahdlatul Ulama (NU) Circle bersama Bank Tabungan Negara (BTN).
"Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin sering menyampaikan bahwa pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaaan ekonomi Indonesia selain pusat pencetak ulama," ujarnya.
Wamenag menjelaskan, bahwa program BTN Santri Developer Kebangsaan merupakan program santripreneur yang akan mendorong santri dan pesantren berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat. Jika terwujud, pesantren akan turut meningkatkan indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan.
"Tidak dapat dimungkiri, di berbagai bidang, banyak keterlibatan kaum santri dalam membangun bangsa," kata Wamenag. Dijelaskan Wamenag, peran santri sangat besar semenjak pergerakan memperjuangkan merebut kemerdekaan, pembangunan, dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kaum Pesantren memiliki keinginan kuat menanamkan konsep untuk membangun bangsa. Santri siap mendedikasikan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Di mana terlihat, banyak santri memposisikan diri di berbagai bidang, kali ini membangun dalam bidang properti," jelas Wamenag.
Bahkan, lanjut Wamenag, seiring perkembangan zaman, kaum santri patut bersyukur dengan adanya UU Pesantren. Sebagai afirmasi bagi pesantren, guna memperkuat santri dalam pembangunan nasional.