Empat Masjid Berikut Jadi Pilar Kesultanan Yogyakarta
Fajar adhitya
Senin, 31 Januari 2022 - 13:16 WIB
Kraton Yogyakarta. Foto: Langit7/iStock.
Masjid memiliki kedudukan penting dalam berjalannya pemerintahan Kesultanan Yogyakarta. Selain sebagai tempat ibadah, masjid turut difungsikan sebagai pusat pendidikan, tempat upacara keagamaan hingga bagian dari sistem pertahanan wilayah keraton.
Kesultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat memosisikan masjid sebagai pilar pemerintahan dengan mendirikan masjid di empat penjuru mata angin. Rumah ibadah ini dijuluki Masjid Pathok Negara, yang menjadi tiang pancang kehidupan spiritual masyarakat Mataram Ngayogyakarta.
Masjid Pathok Negara juga merupakan manifestasi dari falsafah Jawa kiblat papat limo pancer, atau yang dikenal juga dengan mancapat-mancalima. Empat Masjid Pathok Negara berdiri di empat penjuru mata angin dengan Masjid Gedhe sebagai pusatnya.
Baca Juga:Anies Baswedan Harap Jakarta Islamic Centre Semakin Berkembang
Jumlah tumpang pada atap digunakan sebagai pembeda antara posisi Masjid Gedhe sebagai pusat dan keempat masjid lainnya sebagai penjuru. Hal ini adalah penggambaran dari konsep mandala, sebagaimana dilansir Kratonjogja.id.
Secara makna kata, pathok berarti sesuatu yang ditancapkan sebagai batas atau penanda, dapat juga berarti aturan, pedoman atau dasar hukum. Sementara negara berarti negara, kerajaan, atau pemerintahan. Sehingga pathok negara bisa diartikan juga sebagai batas wilayah negara atau pedoman bagi pemerintahan negara.
Secara lokasi, posisi Masjid Pathok Negara berada di wilayah pinggiran Kuthanegara, tepat berada di perbatasan wilayah Negaragung. Kuthanegara dan Negaragung adalah sistem pembagian hirarki tata ruang dalam wilayah kerajaan Mataram Islam.
Kesultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat memosisikan masjid sebagai pilar pemerintahan dengan mendirikan masjid di empat penjuru mata angin. Rumah ibadah ini dijuluki Masjid Pathok Negara, yang menjadi tiang pancang kehidupan spiritual masyarakat Mataram Ngayogyakarta.
Masjid Pathok Negara juga merupakan manifestasi dari falsafah Jawa kiblat papat limo pancer, atau yang dikenal juga dengan mancapat-mancalima. Empat Masjid Pathok Negara berdiri di empat penjuru mata angin dengan Masjid Gedhe sebagai pusatnya.
Baca Juga:Anies Baswedan Harap Jakarta Islamic Centre Semakin Berkembang
Jumlah tumpang pada atap digunakan sebagai pembeda antara posisi Masjid Gedhe sebagai pusat dan keempat masjid lainnya sebagai penjuru. Hal ini adalah penggambaran dari konsep mandala, sebagaimana dilansir Kratonjogja.id.
Secara makna kata, pathok berarti sesuatu yang ditancapkan sebagai batas atau penanda, dapat juga berarti aturan, pedoman atau dasar hukum. Sementara negara berarti negara, kerajaan, atau pemerintahan. Sehingga pathok negara bisa diartikan juga sebagai batas wilayah negara atau pedoman bagi pemerintahan negara.
Secara lokasi, posisi Masjid Pathok Negara berada di wilayah pinggiran Kuthanegara, tepat berada di perbatasan wilayah Negaragung. Kuthanegara dan Negaragung adalah sistem pembagian hirarki tata ruang dalam wilayah kerajaan Mataram Islam.