LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid memiliki kedudukan penting dalam berjalannya pemerintahan Kesultanan Yogyakarta. Selain sebagai tempat ibadah, masjid turut difungsikan sebagai pusat pendidikan, tempat upacara keagamaan hingga bagian dari sistem pertahanan wilayah keraton.
Kesultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat memosisikan masjid sebagai pilar pemerintahan dengan mendirikan masjid di empat penjuru mata angin. Rumah ibadah ini dijuluki Masjid Pathok Negara, yang menjadi tiang pancang kehidupan spiritual masyarakat Mataram Ngayogyakarta.
Masjid Pathok Negara juga merupakan manifestasi dari falsafah Jawa kiblat papat limo pancer, atau yang dikenal juga dengan mancapat-mancalima. Empat Masjid Pathok Negara berdiri di empat penjuru mata angin dengan Masjid Gedhe sebagai pusatnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Harap Jakarta Islamic Centre Semakin BerkembangJumlah tumpang pada atap digunakan sebagai pembeda antara posisi Masjid Gedhe sebagai pusat dan keempat masjid lainnya sebagai penjuru. Hal ini adalah penggambaran dari konsep mandala, sebagaimana dilansir
Kratonjogja.id.
Secara makna kata, pathok berarti sesuatu yang ditancapkan sebagai batas atau penanda, dapat juga berarti aturan, pedoman atau dasar hukum. Sementara negara berarti negara, kerajaan, atau pemerintahan. Sehingga pathok negara bisa diartikan juga sebagai batas wilayah negara atau pedoman bagi pemerintahan negara.
Secara lokasi, posisi Masjid Pathok Negara berada di wilayah pinggiran Kuthanegara, tepat berada di perbatasan wilayah Negaragung. Kuthanegara dan Negaragung adalah sistem pembagian hirarki tata ruang dalam wilayah kerajaan Mataram Islam.
Baca Juga: Kunjungi Payakumbuh, Dubes Saudi Janjikan Pembangunan Masjid AgungJika wilayah Kuthanegara adalah tempat dimana pusat pemerintahan berada, maka Negaragung adalah wilayah inti kerajaan yang berfungsi sebagai pelingkup atau penyangga pusat pemerintahan. Keempat Masjid Pathok Negara dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Masjid-masjid ini ialah Masjid Jami’ An-Nur di Mlangi sebagai penanda batas di wilayah barat, Masjid Jami’ Sulthoni di Plosokuning yang menjadi batas di wilayah utara. Kemudian Masjid Jami’ Ad-Darojat di Babadan untuk bagian timur, dan Masjid Nurul Huda di Dongkelan pada bagian selatan.
Masjid Pathok Negara didirikan di daerah perdikan, yakni wilayah bebas pajak yang dikelola Abdi Dalem. Istilah Pathok pun diambil dari nama jabatan Abdi Dalem di bawah struktur Kawedanan Reh Pangulon.
Abdi Dalem Pathok Negara adalah Abdi Dalem yang menguasai bidang hukum dan syariat agama Islam. Dengan demikian, Masjid Pathok Negara juga berfungsi sebagai Pengadilan Surambi atau peradilan keagamaan.
Baca Juga: Bangun Peradaban Islam Lewat Bisnis Properti Syariah(zhd)