BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm sebagai Booster
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 03 Februari 2022 - 08:05 WIB
Ilustrasi vaksin sinopharm. (Foto: Langit7.id/iStock)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) sebagai vaksin dosis lanjutan atau booster bagi Vaksin Sinopharm. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM, Penny Lukito.
Menurut Penny, Vaksin Sinopharm dengan nama SARS-Cov-2 Vaccine (Vero Cell) ini telah didaftarkan PT Kimia Farma untuk penggunaan booster homolog. Pihaknya sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap khasiat dan keamanan dari vaksin tersebut.
Baca juga:Status Vaksinasi Booster Jadi Syarat Bepergian di Arab Saudi
"Sesuai persyaratan penggunaan darurat, Badan POM telah melakukan evaluasi terhadap aspek khasiat dan keamanan mengacu pada standar evaluasi vaksin Covid-19 untuk vaksin Sinopharm sebagai dosis booster homolog untuk dewasa 18 tahun ke atas," ujar Kepala Badan POM Penny K. Lukito dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (3/2).
Berdasarkan aspek keamanan, Penny menjelaskan penggunaan Vaksin Sinopharm sebagai booster umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Frekuensi, jenis dan keparahan reaksi sampingan atau kejadian yang tidak diharapkan (KTD) setelah pemberian booster lebih rendah dibandingkan saat pemberian dosis primer.
Sementara KTD yang sering terjadi merupakan reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, pembengkakan dan kemerahan. Sedangkan reaksi sistemik yang terjadi yaitu seperti sakit kepala, kelelahan dan nyeri otot dengan tingkat keparahan grade 1-2.
Baca juga:Kabar Gembira, Inggris Luncurkan Pil Covid-19 Pfizer mulai Februari
Menurut Penny, Vaksin Sinopharm dengan nama SARS-Cov-2 Vaccine (Vero Cell) ini telah didaftarkan PT Kimia Farma untuk penggunaan booster homolog. Pihaknya sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap khasiat dan keamanan dari vaksin tersebut.
Baca juga:Status Vaksinasi Booster Jadi Syarat Bepergian di Arab Saudi
"Sesuai persyaratan penggunaan darurat, Badan POM telah melakukan evaluasi terhadap aspek khasiat dan keamanan mengacu pada standar evaluasi vaksin Covid-19 untuk vaksin Sinopharm sebagai dosis booster homolog untuk dewasa 18 tahun ke atas," ujar Kepala Badan POM Penny K. Lukito dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (3/2).
Berdasarkan aspek keamanan, Penny menjelaskan penggunaan Vaksin Sinopharm sebagai booster umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Frekuensi, jenis dan keparahan reaksi sampingan atau kejadian yang tidak diharapkan (KTD) setelah pemberian booster lebih rendah dibandingkan saat pemberian dosis primer.
Sementara KTD yang sering terjadi merupakan reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, pembengkakan dan kemerahan. Sedangkan reaksi sistemik yang terjadi yaitu seperti sakit kepala, kelelahan dan nyeri otot dengan tingkat keparahan grade 1-2.
Baca juga:Kabar Gembira, Inggris Luncurkan Pil Covid-19 Pfizer mulai Februari